<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Being Persistence &#187; Notes</title>
	<atom:link href="http://www.beingpersistence.com/category/notes/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.beingpersistence.com</link>
	<description>what life is all about</description>
	<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 11:01:19 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.3</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Juni dan Nabila</title>
		<link>http://www.beingpersistence.com/2009/03/25/juni-dan-nabila/</link>
		<comments>http://www.beingpersistence.com/2009/03/25/juni-dan-nabila/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 18:43:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nadin Asmarandjani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<category><![CDATA[Notes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.beingpersistence.com/?p=397</guid>
		<description><![CDATA[Sepupu saya yang usianya 25 tahun, tutup usia 2 minggu yang lalu setelah terbaring koma selama hampir 2 minggu di RS. Cikini - Jakarta.
Sejak keluar dari rumah sakit untuk pertama kalinya setelah divonis gagal ginjal sekitar bulan april - mei 2008, Junius Andrina Bellany, tinggal bersama kami sekeluarga dirumah. Karakteristiknya yang pendiam dan tertutup sempat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sepupu saya yang usianya 25 tahun, tutup usia 2 minggu yang lalu setelah terbaring koma selama hampir 2 minggu di RS. Cikini - Jakarta.</p>
<p>Sejak keluar dari rumah sakit untuk pertama kalinya setelah divonis gagal ginjal sekitar bulan april - mei 2008, Junius Andrina Bellany, tinggal bersama kami sekeluarga dirumah. Karakteristiknya yang pendiam dan tertutup sempat terlihat berubah khususnya menjelang akhir tahun 2008 yang lalu. Ia mulai sering ngobrol, dan penuh perhatian terhadap anak - anak saya yang memang menjadi tim penghibur di rumah. Namun demikian, ternyata ia tetap tidak mau menceritakan banyak hal - hal penting yang menurutnya dapat merepotkan keluarga.</p>
<p>Ketika saya dan suami menemukan ia menangis dirumah dalam dekapan pacarnya, kami baru tau bahwa ternyata dia sudah harus ganti alat cuci darah yang terpasang ditubuhnya sejak beberapa minggu sebelumnya. Kami juga baru tau bahwa beberapa hari terakhir ternyata ia sudah merasa sesak dan seharusnya segera menjalani proses cuci darah. Ia merahasiakan fakta - fakta tersebut karena selain kondisi tidak punya uang untuk menjalani operasi ganti alat, ia juga tidak mau merepotkan keluarga.</p>
<p>Ketika akhirnya ia masuk ke rumah sakit dalam kondisi yang kritis, keluhan terakhirnya mengungkapkan bagaimana ia kecewa terhadap ibunya yang tidak berada disisinya saat itu. 3 hari kemudian saat menjalani operasi pergantian alat cuci darah, tekanan darahnya mencapai 250 dan iapun jatuh dalam koma.</p>
<p>Saat menunggu di rumah sakit, saya mengungkapkan kecurigaan saya yang merasa bahwa semangatnya terus turun setelah mendengar kabar bahwa ibunya, seorang tkw di Riyadh, tidak dapat pulang sesuai waktu yang dijanjikan karena alasan kontrak dan administrasi. Kecurigaan itu dikonfirmasi oleh kakak dan kakak iparnya yang menceritakan bagaimana Juni sempat datang kerumah mereka untuk <em>curhat</em> mengenai kekecewaan terhadap ibunya yang tidak dapat pulang tepat waktu.</p>
<p>Saat koma, ibunya sudah diminta untuk mengurus kepulangan ke Indonesia. Apa daya, sampai Juni dikuburkan, ibunya tetap tidak mendapatkan izin kembali pulang ke Indonesia. Ia diminta untuk menyelesaikan kontrak kerja sampai agustus, atau membayar sekitar 25 ribu real jika tetap memaksakan dipulangkan pada saat itu.</p>
<p>2 hari yang lalu, sepupu suami saya yang baru berusia 2 tahun 8 bulan, juga menghembuskan nafas terakhirnya.</p>
<p>Nabila memang sempat beberapa kali masuk rumah sakit karena gagal ginjal, namun hari itu tidak ada tanda - tanda kesakitan yang mencurigakan. Paginya ia sempat makan bersama bundanya meskipun sedikit manja dan melarang bundanya mandi. Tak lama ia mengeluh sakit perut, dan pingsan ketika digendong oleh ayahnya. Ia dibawa ke rumah sakit terdekat di Bekasi, namun dirujuk ke Cipto Mangunkusumo. Dalam perjalanan yang sangat macet menuju RS Cipto, ia meninggal di tengah perjalanan.</p>
<p>Teman - teman blogger&#8230;</p>
<p>Betapa kecilnya kita sebagai manusia&#8230;</p>
<p>Kita mungkin punya uang, tapi kehilangan kesempatan.</p>
<p>Kita mungkin punya kesempatan, tapi tidak punya uang untuk mewujudkan harapan.</p>
<p>Sebagai orang tua, kita mengupayakan segalanya untuk anak - anak kita&#8230;tapi apakah pengorbanan kita menyediakan sungguh kualitas - kualitas kehidupan terbaik untuk mereka?</p>
<p>Sebagai anak, kadang kita merasa kita mampu berdiri sendiri, berjalan sendiri dan tidak lagi bersandar pada orang tua kita&#8230;tapi apakah kemandirian kita menjadikan kita lupa terhadap jasa dan cinta mereka?</p>
<p>dan saat mereka yang kita cinta, harus pergi menghadap Sang Khalik&#8230;</p>
<p>ikhlaskah kita dalam segala pikir, ucap dan laku?</p>
<p>Dalam kegalauan, saya membisikan doa&#8230;permohonan maaf kalau selaku orang tua tidak sempurna, permohonan maaf kalau selaku anak tidak berbakti, permohonan maaf kalau selaku pribadi tidak simpati.</p>
<p>Dan memohon dengan segala kerendahan hati&#8230;kiranya Yang Maha Pengasih dan Maha Pemberi mengizinkan saya dan keluarga saya, dalam kehidupan ini, menempuh jalan yang benar dalam memberikan yang terbaik bagi orang - orang yang telah dianugerahkan pada kami.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.beingpersistence.com/2009/03/25/juni-dan-nabila/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Teori Ekonomi</title>
		<link>http://www.beingpersistence.com/2008/12/05/teori-ekonomi/</link>
		<comments>http://www.beingpersistence.com/2008/12/05/teori-ekonomi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 11:31:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nadin Asmarandjani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<category><![CDATA[Notes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.beingpersistence.com/?p=337</guid>
		<description><![CDATA[Ketika dolar Amerika meroket beberapa minggu belakangan ini, suami saya mulai pusing kepala (ya iyalah, masa pusing di kaki&#8230;hi&#8230;.). Meskipun usahanya tidak melibatkan dolar dalam jumlah besar, tetapi perbedaan kurs yang terjadi dalam waktu singkat tersebut cukup membuatnya ketar ketir. Bagaimana tidak, usaha web hosting yang ia jalankan masih sangat bergantung pada dolar. Pembelian domainnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika dolar Amerika meroket beberapa minggu belakangan ini, suami saya mulai pusing kepala (ya iyalah, masa pusing di kaki&#8230;hi&#8230;.). Meskipun usahanya tidak melibatkan dolar dalam jumlah besar, tetapi perbedaan kurs yang terjadi dalam waktu singkat tersebut cukup membuatnya ketar ketir. Bagaimana tidak, usaha web hosting yang ia jalankan masih sangat bergantung pada dolar. Pembelian domainnya pakai dolar. Kalau ada yang tertarik menyewa server (istilahnya dedicated server), beli server dan embel - embelnya semua pakai rate dolar. Jika pemasukan standarnya, tadinya, bisa menjadi modal untuk membeli domain atau server untuk klien baru, maka dengan kenaikan dolar yang terjadi otomatis harus mencari tambahan dana untuk modal membeli domain dan server lagi.</p>
<p>Suatu sore di pekarangan (cihiiiiy&#8230;boong deng, kita ga punya pekarangan..wong kita tinggalnya di gang&#8230;he&#8230;..ini kata ganti tempat, supaya para pembaca tidak perlu membayangkan peristiwa - peristiwa lain yang terjadi sebelum atau sesudah pembicaraan ini tercipta), kamipun membahas geliat kehidupan ekonomi di Indonesia dan dampaknya pada kehidupan kami. Ujung - ujungnya saya mengeluhkan soal para koruptor yang seenaknya saja mengambil uang negara dan mengakibatkan bangsa ini terpuruk dalam hampir tiap segi kehidupan. Suami saya lalu muncul dengan teori ini: Yang menyebabkan parahnya ekonomi Indonesia saat ini sebenarnya tidak berhenti di kegiatan korupsi yang terjadi, melainkan apa yang dilakukan para koruptor setelah mendapatkan uang korupsi tersebut.</p>
<p>Umumnya, karena takut, para koruptor membelanjakan uang hasil korupsinya di luar negeri. Mereka membeli rumah, apartemen, tanah&#8230;tapi diluar negeri. Lalu mereka membelanjakan uang mereka untuk mengisi rumah, apartemen dan membangun&#8230;tapi diluar negeri. Mereka juga berbelanja, kebutuhan fashion, jalan - jalan&#8230;diluar negeri. Alhasil semua uang negara yang dikorup itupun habis diluar negeri. Berapa yang sampai ke tangan rakyat negeri ini? nyaris nol.</p>
<p>Tetapi ada pula koruptor skala kecil yang (mungkin karena korupsinya kecil jadi tidak bisa ke luar negeri&#8230;he&#8230;) membelanjakan uangnya di dalam negeri. Mereka membeli tanah, bangun rumah, beli apartemen, belanja furniture, membuat pesta besar, liburan keluarga besar&#8230;..dimana? didalam negeri. Semua uang tersebut kembali ke masyarakat dalam bentuk pembelanjaan barang, pembelian produk dan pembayaran upah. Semuanya menjadi &#8216;rezeki&#8217; bagi orang - orang yang terlibat dalam proses pembelanjaan tersebut. Orang apa? Orang Indonesia.</p>
<p>Bukannya kami lalu setuju dengan para koruptor tipe kedua ini loh!!! Cuma saja ada hikmah yang bisa dipetik&#8230;bahwa Tuhan selalu punya jalan untuk menyampaikan rezeki ke tangan mereka yang memintanya. Kita tidak pernah tau kita dibayar pakai uang apa bukan? Tetapi keringat dan kerja keras kita menghalalkan apa yang kita terima dan mensyukurinya sebagai rezeki dari Tuhan. Apalagi ketika uang tersebut menjadi uang yang menghidupi keluarga kita. Besar ataupun kecil, menjadi berkat dimeja makan kita dan pakaian yang mempercantik putri - putri kita.</p>
<p>Dan dengan kesimpulan itu pula, saya menarik kembali semua makian terhadap para koruptor. Saya memilih untuk diam dan menyerahkan nasib mereka ke tangan Hakim Agung yang tidak pernah salah dalam mengadili, dan yang bukti - buktinya 100% sah dunia akhirat!!! (hiiiiikikikkkk&#8230;&#8230;.maaf&#8230;.dendam modenya masih on)</p>
<p>Tugas saya adalah untuk bekerja keras. Bergadang didepan komputer&#8230;(meskipun seringkali tak mampu menolak godaan blog walking dan facebook), Jualan sampai bibir kering&#8230;(dan deg2an kalau tidak mampu menjawab pertanyaan klien), Memberikan pelayanan terbaik bagi klien (hayoooooo&#8230;.jangan mikir yang aneh2 yah!!!), Naik turun tangga sampai 5 kali sambil menggendong tas laptop yang berat ituh&#8230;(maklum laptop tua, masih berat banget!)&#8230;pokoknya bekerja sebaik mungkin! Sisanya adalah bagian kerja Tuhan.</p>
<p>Semoga kehidupan ekonomi negara ini semakin baik, dan rupiahnya semakin menguat. Semoga bangsa ini kembali menjadi bangsa produktif. Bangsa penghasil..bukan pembeli. Bangsa produsen..bukan konsumen. Bangsa yang mampu berdiri sendiri, bukan bersandar pada bahu bangsa lain. Semogaaaa&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.beingpersistence.com/2008/12/05/teori-ekonomi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Peduli Bumi</title>
		<link>http://www.beingpersistence.com/2008/11/17/peduli-bumi/</link>
		<comments>http://www.beingpersistence.com/2008/11/17/peduli-bumi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Nov 2008 02:40:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nadin Asmarandjani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<category><![CDATA[Notes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.beingpersistence.com/?p=292</guid>
		<description><![CDATA[Hampir setiap hari kita mendengar dan membaca ulasan tentang kepedulian terhadap bumi yang terkenal dengan semboyan &#8220;let&#8217;s go green&#8221;nya. Tapi berapa dari kita yang sungguh - sungguh tergugah untuk kemudian berani mengambil langkah konkret dalam pelaksanaannya? Jangankan untuk melakukan proses mendaur ulang atau Re - cycle, untuk menggunakan secara optimal barang - barang yang telah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hampir setiap hari kita mendengar dan membaca ulasan tentang kepedulian terhadap bumi yang terkenal dengan semboyan &#8220;let&#8217;s go green&#8221;nya. Tapi berapa dari kita yang sungguh - sungguh tergugah untuk kemudian berani mengambil langkah konkret dalam pelaksanaannya? Jangankan untuk melakukan proses mendaur ulang atau Re - cycle, untuk menggunakan secara optimal barang - barang yang telah terpakai atau Re-use saja belum tentu kita mau melakukannya.</p>
<p>Saya sendiri kesulitan mencoba menerapkan konsep &#8216;hemat energi&#8217; dirumah. Padahal dari 10 orang penghuni tetap dirumah, hanya 2 yang masih balita. Bukannya tidak mau, tetapi kebiasaan memang sulit dirubah. Apalagi pola pikir.</p>
<p>Nah, jika saya mungkin masih harus berjuang keras dirumah saya, saya berharap  teman - teman dapat melakukan hal - hal lain yang juga berguna di rumah teman - teman masing - masing tanpa harus mengalami hambatan yang berarti.</p>
<p>Ini sekedar ide untuk hal - hal yang saya yakini merupakan langkah kecil namun berdampak besar bagi upaya kita menghemat energi, dan bentuk kepedulian kita terhadap bumi:</p>
<p>1. Yakinlah bahwa kita turut bertanggung jawab atas kelangsungan bumi dan yakinlah bahwa upaya kita sekecil apapun bermakna.</p>
<p>2. Periksa rumah. Apakah ada pipa air yang bocor? Apakah ada air bersih menetes percuma dari jet shower, dari shower ataupun keran? Apakah ada air yang merembes walaupun keran sudah ditutup rapat?</p>
<p>Jika ada : perbaiki segera! Jika belum sempat memperbaiki, tampung!</p>
<p>3. Periksa AC. Apakah air buangan AC (keluar dari pipa pembuangan) langsung dibuang ke tanah atau ke got?</p>
<p>Jika ya : tampung! Air itu bisa digunakan untuk menyiram lantai garasi, lantai teras atau membersihkan saluran got. Kita mungkin mendapatkan 1 ember air buangan dari AC yang dipasang semalaman. Betapa sayangnya jika air tersebut hanya lewat saja dalam bentuk tetesan.</p>
<p>3. Kurangi mencuci apapun dengan air langsung dari keran. Cuci piring, cuci baju, cuci motor&#8230;gunakan air yang telah ditampung dalam ember. Optimalkan proses pencucian.</p>
<p>4. Gunakan AC seoptimal mungkin. Jika memungkinkan gunakan timer. Jangan menyalakan AC diruangan yang tidak sedang digunakan.</p>
<p>5. Gunakan lampu hemat energi. Jangan menyalakan lampu diruangan yang tidak sedang digunakan.Pada banyak rumah mewah lampu taman dan lampu pagar merupakan pemborosan energi besar2an. JANGAN DIIKUTI. Nyalakan lampu luar secukupnya. Jika hendak tidur pastikan semua lampu yang menyala memang lampu - lampu yang sangat dibutuhkan saja khususnya untuk alasan keamanan.</p>
<p>6. Kurangi penggunaan lampu hias atau lampu dekoratif ( lampu yang digunakan semata - mata untuk alasan keindahan ). Jikapun harus digunakan, pastikan penggunaannya optimal (misalnya untuk toko: jika tidak ada pengunjung lagi, ya segera dimatikan).</p>
<p>7. Matikan TV, Radio, Komputer jika tidak digunakan! Upayakan tidak menyalakan semua peralatan elektronik tadi dalam waktu yang bersamaan.</p>
<p>8. KANTOR ,FASILITAS UMUM, ataupun BANGUNAN PUBLIK adalah tempat - tempat yang sering menjadi &#8217;surga pemborosan energi&#8217;. Kenapa? Karena kita sebagai penghuni / pengguna tidak memiliki tanggung jawab langsung sebagai pembayar. Kita mungkin bisa hemat dirumah, tapi dikantor&#8230;toh bukan urusan kita, apalagi di restoran atau ditempat rekreasi.  SALAH! Air dimanapun adalah air kita. Jika ada air menetes dari keran di washtaffel umum, tutup kerannya. Jika masih menetes juga, sampaikan keluhan ke pengelola gedung. Yang pasti lakukan sesuatu untuk menghentikan energi terbuang percuma.</p>
<p>9. Hemat kertas dan tissue. JANGAN BELI NOTES BARU. Abaikan discount 70% itu, dan mulailah melihat tumpukan kertas dimeja anda. Apakah bagian belakangnya masih bersih? Ambil cutter dan penggaris besi. Mulailah memotong. Apakah masih ada diary yang setengah bukunya belum terisi? Batasi dengan pembatas buku, dan mulailah menulis pada bagian tersebut. Apakah tissue gulung dikantor tersedia dengan berlimpah? Batasi diri, gunakan seoptimal mungkin! Perlukah menggunakan tissue untuk memegang risoles isi rogut daging itu? Tidak perlu! Gunakan tangan, cucilah sebentar setelah makan.</p>
<p>10. Minimalkan pemakaian plastik. Selama barang belanjaan masih bisa saya masukan ke tas kerja, saya menolak barang tersebut di&#8217;plastik&#8217;an. Untuk hal ini sering ribut dengan pembantu. Maklum, kebiasaan warung, beli supermie 5 bungkus saja diplastikan, padahal jarak warung cuma beda 3 rumah. Saya minta si &#8216;mba menggunakan &#8216;tas warung/tas belanja&#8217;. Jika barang yang dibeli sedikit, pegang saja! Wong beli sambel botol kecil saja&#8230;pakai plastik segala! Hmmmmhhh&#8230;!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.beingpersistence.com/2008/11/17/peduli-bumi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Syekh Puji dan Wanita Indonesia</title>
		<link>http://www.beingpersistence.com/2008/10/27/syekh-puji-dan-wanita-indonesia/</link>
		<comments>http://www.beingpersistence.com/2008/10/27/syekh-puji-dan-wanita-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 12:34:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nadin Asmarandjani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<category><![CDATA[Notes]]></category>

		<category><![CDATA[agama]]></category>

		<category><![CDATA[anak]]></category>

		<category><![CDATA[menikah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.beingpersistence.com/?p=268</guid>
		<description><![CDATA[Layar tv itu menampilkan sosok seorang lelaki dengan jubah putih dan tasbih ditangan. Beliau dipanggil Syekh Puji. Beritanya ditampilkan semua tayangan infotainment. Terima kasih kepada Astro yang harus tutup toko, saya terpaksa melahap apa yang disajikan tv nasional tanpa punya pilihan lain. (Ada Metro TV sih&#8230;tapi lebih seru berita ini!)
Orang - orang meributkan pernikahannya dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Layar tv itu menampilkan sosok seorang lelaki dengan jubah putih dan tasbih ditangan. Beliau dipanggil Syekh Puji. Beritanya ditampilkan semua tayangan infotainment. Terima kasih kepada Astro yang harus tutup toko, saya terpaksa melahap apa yang disajikan tv nasional tanpa punya pilihan lain. (Ada Metro TV sih&#8230;tapi lebih seru berita ini!)</p>
<p>Orang - orang meributkan pernikahannya dengan seorang gadis berusia 11 tahun&#8230;dan rencananya untuk menikahi 2 orang anak gadis lagi yang berusia 9 dan 7 tahun. Pro dan kontrapun kembali terjadi.</p>
<p>Secara tradisi, menikah di usia muda bukanlah hal yang aneh terjadi di Indonesia. Nenek mertua  saya (alm) menikah di usia 9 tahun. Saya ingat, dulu pernah punya pembantu yang dijemput pulang untuk dinikahkan di usia 14 tahun. Bertahun - tahun yang lalu saudara - saudara sepupu saya sendiri yang orang betawi asli banyak yang menikah diusia belasan tahun. Syarat pentingnya biasanya cuma satu; sudah mengalami menstruasi.</p>
<p>Menurut saya tradisi ini terikat erat dengan perkembangan budaya masyarakatnya. 15 tahun yang lalu masih ada lapisan masyarakat yang berpikir bahwa perempuan itu tempatnya di dapur dan di kasur. Tidak perlu sekolah tinggi - tinggi karena nantinya akan jadi pelayan anak dan suami.Menstruasi menjadi hal yang tabu sekaligus menduduki posisi penting karena menjadi penanda kematangan dan kedewasaan fisik dan mental seorang wanita.</p>
<p>Tapi budaya pun mengalami perubahan seiring berubahnya pola hidup masyarakat. Uang menduduki prioritas penting. Muncul kesadaran bahwa diperlukan pendidikan tinggi untuk memperoleh kedudukan yang berbanding lurus dengan penghasilan. Kehidupan ekonomi yang terus menghimpit membuat masyarakat memaklumi wanita pekerja. Pemikiran - pemikiran reformispun turut membongkar paradigma dapur dan kasur. Wanita merambah semua bidang sosial budaya. Bekerja dimanapun kemampuan mereka memberi kesempatan untuk berkarya dan mencari nafkah.</p>
<p>Dengan kecepatan perkembangan ilmu dan teknologi, masyarakat perlahan menyadari betapa minimnya pengetahuan seorang anak berusia belasan tahun. Betapa luas dunia yang terbentang didepannya, dan betapa panjang jalan yang harus dilaluinya sampai ia mampu memaknai kedewasaan dalam hatinya.</p>
<p>Saat menonton tv tadi, tiba - tiba saja saya seperti ditarik kembali ke 15 tahun yang lalu.Saya menatap anak - anak perempuan saya, dan melafalkan doa didalam hati&#8230;untuk masa depan mereka&#8230;untuk kesempatan memilih &#8230;untuk kebahagiaan mereka.</p>
<p>Alasan apapun yang disampaikan pihak pro dan kontra tidak akan ada gunanya. Syekh punya pendapatnya sendiri. Ulfa (sang istri) juga telah memilih (atau dipilihkan oleh orang tuanya)jalannya sendiri. Jika Ulfa merasa bahagia dengan pilihannya, tidak ada seorangpun yang berhak menghalanginya. Jika untuk Ulfa menikah adalah salah satu jalan baginya mengembangkan diri, belajar untuk jadi pengusaha sukses, ataupun untuk menikmati kehidupan ekonomi yang mapan&#8230;itu adalah pilihannya.</p>
<p>Buat saya urusan masyarakat dengan Syekh Puji dan Ulfa sudah selesai, tapi buat wanita Indonesia, perjuangan memasuki babak baru.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.beingpersistence.com/2008/10/27/syekh-puji-dan-wanita-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Juara Umum Harus Tuan Rumah</title>
		<link>http://www.beingpersistence.com/2008/10/25/juara-umum-harus-tuan-rumah/</link>
		<comments>http://www.beingpersistence.com/2008/10/25/juara-umum-harus-tuan-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Oct 2008 17:11:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tajid Yakub</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Notes]]></category>

		<category><![CDATA[olympic]]></category>

		<category><![CDATA[sport]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.beingpersistence.com/?p=248</guid>
		<description><![CDATA[Apakah akan muncul celutukan seperti di atas menyikapi unggulnya total pengumpulan medali Indonesia di Asian Beach Games 2008?. Wajar sih :), prestasi termutakhir event multisport kelas Asia sayangnya sudah lama berlalu .. urutan kedua di Asian Games 1962!. Dan waktu itu Indonesia juga tuan rumah &#8230;

Munculnya opini seperti itu sebaiknya disikapi tanpa otot :), cukup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah akan muncul celutukan seperti di atas menyikapi unggulnya total pengumpulan medali Indonesia di <a title="Asean Beach Games 2008 - Bali Result" href="http://results.bali2008.com/show_medals.asp?lang=en-gb" target="_blank">Asian Beach Games 2008</a>?. Wajar sih :), prestasi termutakhir <em>event multisport </em>kelas Asia sayangnya sudah lama berlalu .. urutan kedua di <a title="Asian Games 1962" href="http://en.wikipedia.org/wiki/1962_Asian_Games" target="_blank">Asian Games 1962</a>!. Dan waktu itu Indonesia juga tuan rumah &#8230;</p>
<p><span id="more-248"></span></p>
<p>Munculnya opini seperti itu sebaiknya disikapi tanpa otot :), cukup dengan memahami beberapa fakta terkait berikut;</p>
<ul>
<li>Ada yang memperhatikan bahwa Indonesia jadi juara, artinya orang teringat, artinya orang peduli, artinya orang sayang.</li>
<li>Tim di olimpiade pantai berikutnya mendapat *dorongan ekstra* untuk tetap jadi yang tebaik.</li>
<li>Berarti berbangga boleh, tapi sombong gak boleh, karena kesombongan itu hanya mengundang <em>negative energy</em>.</li>
<li>Artinya benar bahwa nenek moyang kita orang pelaut (gak nyambung).</li>
<li>Iri tanda tak mampu.</li>
</ul>
<p>Akhirnya, energi positif tersalurkan lewat bidang olahraga, jauh lebih baik dari pada lempar-lemparan batu antara sesama *tukang* demo.</p>
<p>Sampai jumpa di olimpiade berikutnya :).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.beingpersistence.com/2008/10/25/juara-umum-harus-tuan-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Agamamu dan agamaku</title>
		<link>http://www.beingpersistence.com/2008/10/22/agamamu-dan-agamaku/</link>
		<comments>http://www.beingpersistence.com/2008/10/22/agamamu-dan-agamaku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2008 15:04:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nadin Asmarandjani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<category><![CDATA[Notes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.beingpersistence.com/?p=232</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya tidak sengaja melihat forum diskusi &#8216;Bubarkan FPI&#8217; di facebook, tapi akhirnya jadi penasaran dan meneruskan membaca postingan - postingan di forum itu. Beberapa bikin hati panas&#8230;tidak sedikit yang bikin saya ketawa sampai tergelak - gelak. Mungkin alasan yang terakhir yang membuat saya keterusan mencari forum - forum diskusi lain atau blog - blog yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya tidak sengaja melihat forum diskusi &#8216;Bubarkan FPI&#8217; di facebook, tapi akhirnya jadi penasaran dan meneruskan membaca postingan - postingan di forum itu. Beberapa bikin hati panas&#8230;tidak sedikit yang bikin saya ketawa sampai tergelak - gelak. Mungkin alasan yang terakhir yang membuat saya keterusan mencari forum - forum diskusi lain atau blog - blog yang membahas hal - hal sensitif dan kontroversial.</p>
<p>Yang saya temukan membuat saya terpana. Betapa terkejut melihat banyaknya blogger yang dengan lantang menuliskan tuduhan bahkan ancaman terhadap mereka yang tidak sependapat dengan penulisnya. Umumnya pembahasan berada diseputar perbedaan pendapat soal agama. Dari mulai pro kontra soal FPI yang &#8220;membela kaidah agama&#8221; sampai ke pro kontra soal &#8220;RUU Anti Pornografi&#8221;, hampir semua blog dan forum diskusi diwarnai persinggungan keras dari kedua belah kubu.</p>
<p>Menyedihkan kalau membaca kalimat - kalimat pedas, kasar dan pastinya tidak berujung pangkal dari pemikiran yang cerdas, yang dituliskan para blogger mengenai topik - topik sensitif ini. Ada apa dengan akal sehat dan pikiran jernih yang seharusnya jadi pegangan kita? Kemana penghargaan terhadap pendapat dan pemikiran orang lain? Dari mana semua orang yang merasa diri paling suci, paling benar dan paling baik ini?</p>
<p>Agamamu adalah agamamu&#8230;jalanilah</p>
<p>Agamaku adalah agamaku&#8230;izinkanlah</p>
<p>Sulitkah untuk melihat kesekeliling kita dan menyadari bahwa di dunia yang tidak sempurna ini tidak ada suatu apa pun yang sempurna&#8230; termasuk pemikiran maupun tafsiran. Sulitkah untuk menyelami bahwa Kesempurnaan hanyalah milik Sang Khalik, dan karenanya tidak perlu dibela  apalagi sampai mengorbankan hak sesama manusia, sedangkan kita ini masihlah tiada sempurna?</p>
<p>Agamamu adalah agamamu&#8230;junjunglah</p>
<p>Agamaku adalah agamaku&#8230;hargailah</p>
<p>Siapakah Nama Khalik yang memberikan izin bagi pengikutnya untuk membenci dan bahkan menumpahkan darah ciptaan tertinggiNya itu? Ciptaan yang dibentuk oleh tanganNya, dihidupkan oleh nafasNya, dan dirancangkan dengan segala kebaikanNya.</p>
<p>Bagaimana mungkin seseorang meyakini kebenaran dari Khalik yang demikian? Tidakah sejarah bercerita begitu banyak tentang kebodohan peperangan, kerugian fanatisme sempit dan hilangnya kehidupan atas nama agama? Agama yang seharusnya menuntun manusia menuju kesempurnaan Tuhan. Agama yang seharusnya menuntun manusia menuju kedamaian dan kesejahteraan.</p>
<p>Tidakah kitab - kitab suci meneriakan perbaikan diri sebelum kita memperbaiki orang lain? Berulang - ulang kali mengingatkan agar kita berperang melawan diri sendiri&#8230;melawan kedengkian hati, kedangkalan ilmu, kecintaan nafsu dan kemalasan nurani&#8230;</p>
<p>Agamamu adalah agamamu&#8230;imanilah</p>
<p>Agamaku adalah agamaku&#8230;biarkanlah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.beingpersistence.com/2008/10/22/agamamu-dan-agamaku/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Asian Beach Games 2008 - Bali</title>
		<link>http://www.beingpersistence.com/2008/10/12/asian-beach-games-2008-bali/</link>
		<comments>http://www.beingpersistence.com/2008/10/12/asian-beach-games-2008-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Oct 2008 13:28:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tajid Yakub</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<category><![CDATA[Notes]]></category>

		<category><![CDATA[olympic]]></category>

		<category><![CDATA[sport]]></category>

		<category><![CDATA[tourism]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.beingpersistence.com/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[Inspirasi Buat Dunia, demikian terjemahan bebas dari slogan Asian Beach Games 2008 yang akan diadakan di Bali oktober nanti. Kejutan manis ditengah krisis moneter wannabe yang sedang menimpa bangsa kita, saya sendiri baru mulai memperhatikan setelah secara tidak sengaja melihat Iklan nya di Channel National Geographic yang mencerminkan niat panitia pelaksana untuk mempromosikan event dua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Inspirasi Buat Dunia</strong>, demikian terjemahan bebas dari slogan Asian Beach Games 2008 yang akan diadakan di Bali oktober nanti. Kejutan manis ditengah krisis moneter <em>wannabe</em> yang sedang menimpa bangsa kita, saya sendiri baru mulai memperhatikan setelah secara tidak sengaja melihat Iklan nya di Channel National Geographic yang mencerminkan niat panitia pelaksana untuk mempromosikan event dua tahunan ini.</p>
<p><span id="more-114"></span></p>
<p><a href="http://www.beingpersistence.com/wp-content/uploads/2008/10/bali2008.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-120" style="float:left" title="bali2008" src="http://www.beingpersistence.com/wp-content/uploads/2008/10/bali2008.jpg" alt="" width="176" height="214" /></a><strong>Sorotan Media</strong></p>
<p>Terlepas dari kenyataan bahwa saya jarang menonton televisi, terlebih stasiun lokal, rasa-rasanya saya lebih banyak tahu mengenai kisah perceraian Dani Ahmad dan Maia dibanding mengenai event yang menurut saya luar biasa ini, subyektif memang, bagaimana menurut anda?</p>
<p><strong>Kedua Setelah Asian Games 1962</strong></p>
<p>Asian Beach Games 2008, adalah even multi sport tingkat Asia kedua yang diselenggarakan di Indonesia, yang pertama adalah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/1962_Asian_Games" target="_blank"><strong>Asian Games pada tahun 1962</strong></a> di Jakarta (<em>those golden era</em> :)). Oleh karena itu tidak berlebihan sekirianya acara pembukaan yang diadakan di <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Garuda_Wisnu_Kencana" target="_blank">Taman Monumen Garuda Wisnu Kencana</a> pada tanggal 18 Oktober 2008 akan dihadiri langsung oleh Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.</p>
<p><strong>Cabang Olahraga</strong></p>
<p>Sesuai dengan judul acaranya, cabang olahraga yang dipertandingkan umumnya berbau *pantai* namun secara spesifik adalah cabang-cabang olahraga yang menarik untuk ditonton di Televisi. Muatan pariwisatanya menurut saya imbang dengan muatan olahraganya, karena tempat diadakannya lomba itu sendiri sudah menjadi tontonan yang menarik.</p>
<p>Total ada 19 Cabang Olahraga termasuk Beach Pencak Silat, Beach Volley Ball, Beach Basket Ball, Beach Soccer dan Beach Wrestilng dipertandingkan. Nah perhatikan tambahan <em>Beach </em>:), nuansa main basket di pantai pastinya beda ya? saya sendiri belum sempat mencoba.</p>
<p><strong>Kontingen Indonesia</strong></p>
<p>Sebanyak 210 atlit akan mewakili Indonesia di 16 cabang olahraga, semoga mereka tidak memble seperti nilai tukar Dollar ke Rupiah :). Selamat berjuang, semoga juga stasiun televisi lokal cukup berbaik hati untuk menyiarkan perjuangan anda.</p>
<p><strong>Referensi</strong></p>
<ul>
<li><a title="Bali 2008" href="http://www.bali2008.com" target="_blank">http://www.bali2008.com</a>, Situs resmi Asian Beach Games 2008</li>
<li><a title="Ocasia" href="http://www.ocasia.org/" target="_blank">http://www.ocasia.org/</a> , Olympic Council of Asia</li>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/2008_Asian_Beach_Games" target="_blank">http://en.wikipedia.org/wiki/2008_Asian_Beach_Games</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.beingpersistence.com/2008/10/12/asian-beach-games-2008-bali/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Xeon Harpertown untuk VPS Magnet</title>
		<link>http://www.beingpersistence.com/2008/10/10/xeon-harpertown-untuk-vps-magnet/</link>
		<comments>http://www.beingpersistence.com/2008/10/10/xeon-harpertown-untuk-vps-magnet/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Oct 2008 17:51:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tajid Yakub</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Notes]]></category>

		<category><![CDATA[cyber]]></category>

		<category><![CDATA[internet]]></category>

		<category><![CDATA[linux]]></category>

		<category><![CDATA[magnet]]></category>

		<category><![CDATA[server]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.beingpersistence.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Mudah-mudahan seperti anak kecil, kalau pusing berarti mau besar :). Merangkak menuju provider besar dengan infrastruktur canggih pastinya bukan hal mudah, awal-awal memang kita bisa mengandalkan dengkul dengan isi kantong pas-pasan, tapi semakin berkembang maka kantong pas-pasan harus di*akali* biar lebih dari sekedar pas.

Hari ini Magnet Hosting menambah jajaran servernya untuk melayani demand Virtual Private [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mudah-mudahan seperti anak kecil, kalau pusing berarti mau besar :). Merangkak menuju provider besar dengan infrastruktur canggih pastinya bukan hal mudah, awal-awal memang kita bisa mengandalkan dengkul dengan isi kantong pas-pasan, tapi semakin berkembang maka kantong pas-pasan harus di*akali* biar lebih dari sekedar pas.</p>
<p><span id="more-98"></span></p>
<p><a href="http://www.beingpersistence.com/wp-content/uploads/2008/10/dsc01462.jpg"><img class="size-medium wp-image-102 alignleft" style="float:left" title="XEON Harpertown" src="http://www.beingpersistence.com/wp-content/uploads/2008/10/dsc01462-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Hari ini <a title="Magnet VPS" href="http://www.magnet-id.com/vps/" target="_blank">Magnet Hosting</a> menambah jajaran servernya untuk melayani <em>demand </em><a title="VPS di wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Virtual_private_server" target="_blank">Virtual Private Server</a> atau VPS yang ternyata cukup tinggi. Memang sudah disadari dari awal berdirinya bahwa akselerasi layanan VPS untuk pasar Indonesia pastinya akan lebih mudah mengingat belum banyak penyedia jasa vps yang servernya berdomisili di jaringan internet lokal Indonesia serta terhubung dengan IIX ataupun openIXP.</p>
<p>Namun perkembangan yang diiringi oleh alokasi investasi yang lumayan tidak sedikit itu mau tidak mau membuat saya pusing kepala. Berbagai jalan ditempuh agar supaya hari ini bisa up sebuah server dengan processor kelas XEON Harpertown, meskipun belum yang paling bagus, tapi bisa mempertajam lini penjualan Magnet. Entah bagaimana caranya provider VPS di luar negeri bisa menyediakan layanan dengan harga yang murah, Magnet sudah berusaha untuk memperkecil margin, menjalin partnership dengan pihak lain dan memangkas kelengkapan layanan namun masih berada pada kelas menengah untuk urusan harga.</p>
<p><strong>Target Pemasaran</strong></p>
<p><em>Demand </em>ada, namun berapa persen pasar yang bisa diambil Magnet untuk kriteria layanan VPS belum bisa ditargetkan, baru bisa diraba-raba sambil berharap pasar tersebut semakin bertambah seiring dengan berkembangnya <em>content </em>lokal internet Indonesia.</p>
<p>Untuk sementara waktu, saya dan teman-teman di Magnet baru bisa menjanjikan dukungan dengan seoptimal mungkin, kami yang belum genap satu tahun berdiri masih terus meraba dan memperbaiki diri. Semoga tetap diberikan jalan oleh yang di atas.</p>
<p><strong>Harapan dari User</strong></p>
<p>Salah satu <em>bottle neck</em> perkembangan VPS adalah terbatasnya pengetahuan dan kenekatan penyedia <em>content</em> lokal Indonesia untuk *bermain-main* dengan VPS (tentunya selain harga sewa yang berkali-kali lipat lebih mahal dibandingkan <em>shared hosting</em>).</p>
<p>Kadang user berharap banyak kepada provider VPS untuk memberikan dukungan layanan melebihi dari yang seharusnya diberikan. Hal ini meskipun sulit tetap dijalankan oleh Magnet, dengan motivasi untuk turut memberikan sumbangsih terhadap perkembangan <em>content </em>internet lokal namun tentunya juga dengan harapan bahwa setiap user memiliki keinginan untuk perlahan mulai belajar yang pastinya akan lebih mudah karena diiringi contoh kasus dan pengalaman.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.beingpersistence.com/2008/10/10/xeon-harpertown-untuk-vps-magnet/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kasih Rating Film Laskar Pelangi</title>
		<link>http://www.beingpersistence.com/2008/10/07/kasih-rating-film-laskar-pelangi/</link>
		<comments>http://www.beingpersistence.com/2008/10/07/kasih-rating-film-laskar-pelangi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 14:55:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tajid Yakub</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Notes]]></category>

		<category><![CDATA[film]]></category>

		<category><![CDATA[imdb]]></category>

		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.beingpersistence.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Film Laskar Pelangi menjadi angin segar di dunia perfilm-an Indonesia, selingan (soalnya masih lebih banyak film hollywood) bermutu untuk pecinta film layar lebar :). Sudah lama juga rasanya tidak nonton Film Indonesia yang mutunya bisa dibanggakan, apa karena saya yang jarang nonton Film Indonesia?.

Tulisan ini bukan untuk memberikan review ataupun sinopsis film terkait, tapi demi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Film <strong>Laskar Pelangi</strong> menjadi angin segar di dunia perfilm-an Indonesia, selingan (soalnya masih lebih banyak film hollywood) bermutu untuk pecinta film layar lebar :). Sudah lama juga rasanya tidak nonton Film Indonesia yang mutunya bisa dibanggakan, apa karena saya yang jarang nonton Film Indonesia?.</p>
<p><span id="more-27"></span></p>
<p><a href="http://www.beingpersistence.com/wp-content/uploads/2008/10/laskarpelangi-pics.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-34" style="float:right" title="Laskar Pelangi The Movie" src="http://www.beingpersistence.com/wp-content/uploads/2008/10/laskarpelangi-pics.jpg" alt="" width="300" height="162" /></a>Tulisan ini bukan untuk memberikan review ataupun sinopsis film terkait, tapi demi mengajak rekan - rekan yang budiman untuk ikut memberikan rating di IMDB melalui link <a title="Laskar Pelangi di IMDB" href="http://www.imdb.com/title/tt1301264/" target="_blank">http://www.imdb.com/title/tt1301264/</a>.</p>
<p>Sayang soalnya, film yang lumayan bagus untuk hitungan Film Indonesia ini, sampai dengan tulisan ini dipublish belum sampai 5 voter :).</p>
<p>Yuk mari, <a title="Vote Laskar Pelangi di IMDB" href="http://www.imdb.com/title/tt1301264/" target="_blank">vote sekarang</a>, syaratnya hanya jadi member, gratis dan gampang kok.</p>
<p><strong>Referensi</strong></p>
<ul>
<li>Gambar diambil dari <a title="Gambar" href="http://www.shareapic.net/content.php?id=11191116&amp;owner=ixeman" target="_blank">http://www.shareapic.net/content.php?id=11191116&amp;owner=ixeman</a></li>
<li><em>Official Site</em> Film Laskar Pelangi di <a title="Laskar Pelangi The Movie" href="http://www.laskarpelangithemovie.com/" target="_blank">http://www.laskarpelangithemovie.com/</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.beingpersistence.com/2008/10/07/kasih-rating-film-laskar-pelangi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hello world! from being persistence</title>
		<link>http://www.beingpersistence.com/2008/10/07/hello-world-from-being-persistence/</link>
		<comments>http://www.beingpersistence.com/2008/10/07/hello-world-from-being-persistence/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 11:43:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tajid Yakub</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Notes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beingpersistence.com/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Hi, welcome to being persistence, we certainly hope you enjoy the reading experience!. This web site is a multi author blog without focusing on one spesific topic, mainly only everything we might know earlier.
Being Persistence, what life is all about, arrive form our dream to be persistence in anyway pursuing our goals (not a small [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hi, welcome to being persistence, we certainly hope you enjoy the reading experience!. This web site is a multi author blog without focusing on one spesific topic, mainly only everything we might know earlier.</p>
<p><strong>Being Persistence</strong>, what life is all about, arrive form our dream to be persistence in anyway pursuing our goals (not a small list of goals thou :D), we believe that this is one of our key.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.beingpersistence.com/2008/10/07/hello-world-from-being-persistence/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
