Saya memandang diri saya sebagai orang yang beruntung. Saya bersyukur karena saya diberikan kesempatan untuk dicintai sepanjang hidup saya, dan mencintai…mudah - mudahan sampai akhir hidup saya.
Saya merasa dicintai oleh kedua orang tua saya, meskipun dalam banyak kasus saya merasa orang tua saya, khususnya Ibu saya, memilih untuk ‘lebih’ mencintai (satu -satunya) adik saya. Apakah saya sedih? Tentu saja! (Meskipun saya menyadari bahwa mungkin ini hanyalah perasaan saya saja, dan bahwa sebenarnya ayah dan ibu saya mencintai kami berdua apa adanya, sama besarnya).Tetapi setelah saya menjadi seorang Ibu, saya melihatnya sebagai suatu pelajaran yang harus saya alami supaya saya, dengan segala kemampuan yang saya miliki, dapat mencegah kejadian serupa terjadi pada anak - anak saya.
Untuk banyak orang, cinta mungkin terlihat ‘luxurious’, jadi saya bersyukur kalau sampai saat ini saya melihat cinta sebagai suatu kemampuan yang secara alami saya (dan saya percaya : setiap manusia) miliki.
Perasaan cinta mungkin dapat tercipta ketika orang - orang disekitar kita melakukan tindakan - tindakan cinta untuk kita; pelukan hangat anak - anak, ciuman mesra suami, surat cinta dari kekasih, hadiah dari sahabat….tapi sebenarnya semua itu adalah keputusan kita. Kitalah yang memutuskan untuk melihat semua tindakan itu sebagai suatu bentuk tindakan cinta.
Contohnya begini; Jika seseorang yang karena suatu hal telah lama tidak kita sukai, juga visa versa membenci kita, tiba - tiba mengirimkan surat permintaan maaf, kesan apa yang muncul dalam pikiran dan perasaan kita pertama kali? Mungkin kita malah curiga, atau juga bingung…mungkin juga malah tersinggung. Kita bisa saja melihatnya sebagai banyak hal negatif…tetapi kita juga punya pilihan untuk melihatnya sebagai suatu bentuk cinta…dan bagaimana kita membalasnya…itu murni pilihan kita. Dan itu semua terulang kembali ketika orang yang telah kita maafkan misalnya, mengulangi kembali kesalahan atau kejadian yang tidak kita inginkan. Saat itu terjadi, kita kembali berhadapan pada pilihan untuk melihat tindakan itu sebagai suatu akhir dari hubungan atau suatu kesempatan untuk memberikan cinta lagi.
Jadi bahkan, ketika saya tidak merasa dicintai…seperti yang saya rasakan dalam hubungannya dengan adik saya, saya dapat memilih untuk tetap mencintai dia. Saya dapat bersikap untuk tidak peduli dan tidak lagi mau tahu, tetapi saya sadar, dengan demikian sayalah yang memutuskan benang cinta diantara kami.
Saya berkali kali merasa kecewa…berkali kali merasa tertipu…berkali kali merasa kalah…berkali kali merasa marah…tapi saya akan terus berjuang untuk mempertahankan benang itu. Bahkan ketika rasa percaya nyaris tidak lagi ada…saya mau tetap percaya, bahwa kemampuan cinta itu sepenuhnya anugerah Tuhan untuk saya. Dan karenanya saya punya kekuatan, untuk mencintai seorang wanita dewasa yang mandiri, seorang pribadi yang bertolak belakang dengan saya pada hampir semua sifatnya……,seorang adik………………………………………… whatever it takes………………………………………………………………..
Saat ini saya bersyukur karena saya merasa dicintai oleh suami dan anak - anak saya. Melalui mereka, saya merasakan cinta Tuhan untuk saya. Seringkali kondisi - kondisi kehidupan memaksa kita untuk ‘hidup dengan keras’…tergopoh - gopoh mencari pekerjaan, kemudian tergesa - gesa mencoba menyelesaikan tanggung jawab, dan ketika hasil yang dicapai ternyata kurang cukup untuk mencapai harapan - harapan kita, kita terkejut….lalu tersadar, betapa lelahnya tubuh dan pikiran kita, semuanya untuk mengejar banyak hal yang sepertinya sia - sia. Setidaknya itulah yang saya rasakan beberapa minggu terakhir ini.
Bersyukurlah saya, bahwa kelelahan saya mendapat hiburan berupa celoteh manis kedua putri saya, dan bahwa suami saya tidak mengajukan deretan pertanyaan yang penuh tuntutan. Malam ini, saya bersyukur, karena saya merasa dicintai…apapun yang terjadi dalam sisi kehidupan saya yang lain…berhasil ataupun gagal, menang ataupun kalah, cinta mereka selalu ada, setidaknya selama saya terus percaya bahwa saya juga memiliki cukup kekuatan cinta untuk mereka semua.
O, ya…semua kalimat ‘klise’ tentang cinta itu benar…bahwa cinta butuh pengorbanan, bahwa cinta itu pedang bermata dua, bahwa cinta itu anugerah, bahwa cinta tak harus memiliki….dan sejuta cerita tentang cinta lainnya….., yang seringkali tidak diceritakan, adalah bahwa kitalah yang harus memilih cinta mana yang akan kita jalani.
Ada cinta yang menghancurkan…ada cinta yang membangun. Ada cinta yang merusak…ada cinta yang mendidik. Ada cinta yang mematikan…ada cinta yang menghidupkan. Ada cinta yang menghardik dan memaki…ada cinta yang menyimpan rapat semuanya dalam hati. Ada cinta yang hanya mengambil…ada cinta yang hanya memberi. Ada cinta yang tidak disadari…ada cinta yang selalu disyukuri.


February 25, 2009
Dine …
Jujur saya mesti dua tiga kali membaca postingan kamu kali ini …
And yes indeed …
kita harus selalu bersyukur karena (disadari atau tidak ) kita dikelilingi oleh orang yang mencintai kita
Salam saya DIn …
nh18’s last blog post..UJIAN ELEKTRO
February 26, 2009
Oarngtua sering tak menyadari cara menyatakan cinta pada anak-anaknya. Saya dulu menganggap ibu lebih mencintai adikku, tapi sahabatku mengingatkan, biasanya ibu paling dekat dengan anak sulungnya (saya anak sulung). Sampai suatu ketika, suami saya cerita, adik kandungku pernah keceplos bahwa ortu lebih sayang sama saya dibanding dia.
Ha! Mengangetkan kan?
Tapi kemudian saya berpikir tak perlu meragukan cinta orangtua pada anak-anaknya, tapi kita tetap bisa merasakannya kan, bahwa beliau berdua menyayangi kita dengan caranya masing-masing. Pemahaman ini yang penting, untuk menjaga bagaimana kita menyayangi anak-anak kita….walau rasa iri antara saudara pasti tetap ada, cuma jangan sampai membesar.
Saya pun bersyukur bahwa sampai sekarang saya yakin suami dan anak-anakku menyayangi saya. demikian juga sebaliknya.
edratna’s last blog post..Mengapa banyak Bank yang ingin beralih ke segmen Ritel?
February 26, 2009
brarti dahhh pengalaman donk
heheheheheehhehe
lam kenal yahhh…….
:)
gery’s last blog post..CERITA UNIK DI BALIK GOL BERBATOV
February 27, 2009
Terima kasih atas artikelnya ini….
Dan salam kenal ya….
Zhang’s last blog post..Blog dengan Nama Domain Sendiri
February 28, 2009
wow artikel yang menurut aku bagus banget
February 28, 2009
Benar mbak….Bunda pernah membaca segala sesuatu tentang Cinta….
kalau Cinta dibahas …tidak ada habisnya…. Cintapun sangat dahsyat,untuk mengatasi berbagai masalah. Teori,ilmu,hitungan…memang perlu…tapi Cinta sangat penting untuk menyelesaikan macam2 persoalan…kesimpulannya kalau ada CINTA….insya Allah…semua dimudahkan.
March 3, 2009
dua paragraf yg terakhir tentang cinta itu bener banget :D
poer’s last blog post..AsianBrain Sekarang Gratis!!!
March 3, 2009
dear Om trainer,
wah, maaf ya om…kalau ngomong soal perasaan, memang agak sulit mengungkapkannya dengan gamblang…kalimatnya jadi panjang dan ‘ngejelimet’ deh…he…
dear Bu Ratna,
benar bu, mungkin memang kita harus mengalami supaya dapat mengerti bahwa tiap - tiap kita memang memiliki keunikan dalam mengaplikasikan sikap mencintai dan dicintai. Yang kita anggap perbedaan cinta, semata - mata perbedaan sikap orang tua yang berusaha menyatakan cinta pada dua pribadi anak yang berbeda.
dear Mas Gery,
hi….mas Gery juga kaaaaannnn???
dear Zhang,
sama - sama, terima kasih sudah mampir! salam kenal juga!
dear Mas Anto,
terima kasih! kapan - kapan mampir lagi ya!
dear Bu Dyah,
setuju sekali bu! Kalau pakai hitungan, manusia mana yang bisa masuk surga ya bu?! Untung Sang Maha Pencipta, Maha Pengampun dan Maha Penyayang juga ya bu…cintaNya menghapuskan segala kekurangan kita!
dear Poer,
meskipun sedih…memang demikian adanya ya?…tidak semua cinta membawa kebahagiaan bagi yang merasakannya…terima kasih sudah mampir ya!
nadin’s last blog post..Tentang Cinta
March 3, 2009
sesuai amanah dari mbak nandin,aku mampir lagi mbak
anto84’s last blog post..Tahukah Anda??
March 11, 2009
Cinta tidak pernah bersyarat….orangtua selalu mencintai semua anaknya, meski kelihatannya berbeda, tetapi saya yakin sama…
singal’s last blog post..Berbahagia Apa Adanya
March 16, 2009
cinta yang menghancurkan tuh yang seperti apa ya?
kishandono’s last blog post..Foto Susbintal…
March 17, 2009
Dear Nadin……
Pertama-tama kesannya seperti sibling rivalry (atau cuma sekedar persepsi tentang hal itu)……
Tapi memang yang terlihat mata biasanya seringkali salah, apalagi jika kita melihatnya menggunakan perasaan (yang sudah pasti subjektif)…..
Apapun,
Aku mau mengucapkan selamat buat Nadin dan buat kita semua….
Selamat atas semua berkah tak berkesudahan yang diberikan Tuhan kepada kita semua…..
Semoga selalu ada cinta dalam hidup kita…..
Salam buat keluarga ya Din….
March 26, 2009
kita harus selalu bersyukur karena (disadari atau tidak ) kita dikelilingi oleh orang yang mencintai kita….loh
March 27, 2009
Nadin …….. kisah tentang cinta yg indah. tapi memang demikian terkadang kita terkecoh dg perasaan2 yg sebenarnya tidak perlu terlalu kita pikirkan atau kita jadikan sebuah vonnis utk orang lain. memang secara manusia normal2 aja berpikir demikian. Dan menurut pendapat saya yg paling utama harus kita tanya pada diri kita adalah berapa banyak cinta kasih yg sudah kita berikan pada orang lain bukan berapa banyak cinta kasih yg kita dapat dari orang lain krn hal yg terakhir ini akan datang sendiri dan pasti dapat kita rasakan.
April 22, 2009
kisah tentang cinta yg indah. tapi memang demikian terkadang kita terkecoh dg perasaan2 yg sebenarnya tidak perlu terlalu kita pikirkan atau kita jadikan sebuah vonnis utk orang lain. memang secara manusia normal2 aja berpikir demikian. Dan menurut pendapat saya yg paling utama harus kita tanya pada diri kita adalah berapa banyak cinta kasih yg sudah kita berikan pada orang lain bukan berapa banyak cinta kasih
May 2, 2009
cin….cintaaaaaaaaaa….ehmm.
cinta itu memang anugrah (nadin.red),betul banget…….dan cinta bukan dosa.
cinta gak nunggu, cinta gak datang sendiri dan cinta gak milih tapi cinta itu kita yang cari.
sama seperti kata - “masalah”,…masalah itu gak dtg sendiri tapi karena masalah tercipta dari akibat perbuatan kita.
so…ciptaiin kabahagian itu dengan cinta.
best for u,..iuz