Sebelumnya saya tidak menyadari betapa ‘rentannya’ masa - masa Sekolah Menengah Pertama itu. Jika umumnya orang memiliki masa - masa indahnya remaja di waktu SMA, maka sejujurnya saya katakan bahwa masa - masa indah saya ada di sini, di masa SMP. Tak ada satupun teman SD saya yang turut masuk ke SMP yang sama dengan saya…otomatis saya ‘on my own’ ketika memulai masa belajar di SMP tersebut.
Dalam ingatan saya, sekolah tersebut merupakan sekolah terbaik yang pernah saya tempati selama kehidupan belajar sebagai siswa. Sampai detik ini, saya merasa sekolah tersebut berhasil menyediakan semua kualitas optimal yang diperlukan dalam ruang belajar mengajar. Bangunan 1 lantai, dengan material - material sederhana (batu alam, dinding bata, kusen kayu, atap genteng kodok), lapangan olahraga, taman dalam maupun luar, ruang kelas yang tidak bersentuhan langsung dengan ‘dunia luar’, ruang ganti pakaian selain toilet…pokoknya semua aspek yang sebaiknya dimiliki oleh sebuah sekolah.
Lokasinya berada tidak terlalu jauh dari rumah saya. Biasanya saya naik Metromini T 46 (Kampung Melayu - Pulo Gadung) atau T 49 (Manggarai - Pulo Gadung) selama kira - kira 10 menit, lalu turun di jalan Balai Pustaka dekat sekolah tersebut. 10 menit karena di masa itu belum ada kemacetan, sehingga 6 menitnya terpakai oleh 3 lampu merah yang terbentang dalam perjalanan. Setelah turun, saya harus berjalan kira - kira 5 menit memotong jalan melewati sebuah gang kecil untuk sampai ke pintu gerbangnya. Dari pintu gerbang utama ke bangunan sekolah memakan waktu kira - kira 5 menit lagi karena harus melewati lapangan parkir dan sebuah ruang serba guna. Sebelum ‘masuk’ ke kompleks bangunan kelas terdapat sebuah pagar lagi. Pagar ini biasanya dikunci selama jam pelajaran sehingga jika ada orang datang menjemput tidak bisa masuk ke area belajar.
Setelah kita melewati gerbang tersebut, kita akan berjalan di sebuah pedestrian besar terbuka dengan lantai dari conblok abu - abu yang lebarnya kira - kira 3 meter. Disebelah kiri kita terdapat taman dengan pohon - pohon besar yang tinggi dan rimbun dengan dedaunan. Disebelah kanan kita terdapat bangunan kelas 1 lantai . Sisi bawah dindingnya dilapisi batu kali yang hitam keabu - abuan, sisi dindingnya di cat warna krem kekuningan dan didominasi oleh jendela dengan kusen kayu yang dicat dengan warna yang sama dengan dindingnya. Ini adalah ruang favorit saya. Di musim kemarau jalanan ini tertutup daun-daun kering yang berguguran. Aromanya khas sekali…begitu membumi..dan di atas kepala sinar mentari bermain menerobos awan serta ranting ranting pohon yang menjorok ke pedestrian tersebut. Jika kita melewatinya diwaktu jam belajar sudah dimulai, maka terdengar suara guru ataupun senda gurau para murid dari jendela - jendela yang terbuka, bergantian dari ruang kelas ke ruang kelas.
Saya tidak akan bercerita lebih jauh tentang bangunannya, karena ada hal lain yang juga saya cintai dari sekolah ini; guru - gurunya. Saya memang bukan murid pandai yang punya prestasi cemerlang yang dapat menjadi bukti kehebatan mereka mengajar. Namun rasa - rasanya saya belum menemukan guru - guru dengan dedikasi dan kecintaan mengajar seperti yang mereka miliki. Mereka tidak hanya mengajarkan apa yang harus mereka ajar, tetapi juga mendidik murid - muridnya. Saya sebut mendidik, salah satunya karena dalam tiap pelajaran, pasti akan selalu ada komentar tentang sikap atau kelakuan para murid secara personal. Ya, benar - benar setiap orang pasti pernah kena komentar. Kalau tidak dari guru yang satu, ya dari guru yang lain. Memang terkadang menyakitkan dan juga memalukan karena dilakukan didepan seluruh kelas, tetapi saya sadar, maksud mereka murni hanya ingin mendorong kami belajar lebih giat dan lebih serius. Tidak jarang pula jika mereka memuji, mereka melakukannya dikelas lain, sehingga kebaikan seorang anak akan segera tersebar keseluruh sekolah.
Hal penting lain dari SMP adalah sahabat - sahabat yang datang dan pergi dalam kehidupan singkat di masa itu. Atalia Felicia adalah sahabat pertama di awal kelas I. Kami punya NEM SD yang sama persis sampai ke 2 digit angka dibelakang koma. Tidak seperti saya yang ‘by the book’, Feli lebih berani dan cuek sehingga dengan cepat ia memiliki banyak teman. Di akhir masa belajar kelas I saya bersahabat dengan Alia. Alia pandai, cantik, dan sangat pendiam(kualitas yang tidak pernah saya miliki). Karena berbeda kelas saya kemudian menemukan sahabat baru di pertengahan kelas 2; Edith, Eva. Kami juga mengikuti les diluar sekolah sehingga banyak menghabiskan waktu bersama. Edith putih, kecil mungil, cantik dan cerewet. Eva berkulit sawo matang, mungil meskipun tidak terlalu kurus dan lebih pendiam. Otomatis saya jadi yang hitam, besar (saya yang paling tinggi dan ‘gede’) dan bawel…He…
Di Kelas 3 persahabatan kami meluas dengan terbentuknya OTS. Kenapa OTS ? Karena kelompok kami resmi dibentuk setelah kami bersama - sama menonton film Only The Strong di bioskop, dan sama - sama pula ‘jatuh cinta’ pada Mark Dacacos, si jagoan capoeira. Ada Dhini, Edith, Endah, Egi, Irene, Santi, Edwina, Ria, Tasik dan saya sendiri.
Meskipun tidak selalu bisa menghabiskan waktu bersama kesemua anggotanya, tapi dalam banyak hal kami tetap saling bercerita dan saling menguatkan. Kami berbagi cerita cinta (atau apa yang saat itu kami yakini sebagai cinta) tentang cowok - cowok yang kami sukai (dari sesama murid, kakak atau adik kelas, sampai guru!). Saya masih menyimpan sebuah buku yang berisi puisi - puisi kami…sebagian besar tentang perasaan hati kami terhadap persahabatan dan terhadap seseorang…(tuwiiiiwwwwwiiittt)..hi..Secara masih SMP gitu loh!!! Saat ini memang puisi2 itu terasa canggung, namun tak urung, setiap kalimatnya membuat saya diingatkan kembali pada peristiwa2 saat tiap - tiap puisi itu tercipta.
Tak ada satupun anggota OTS yang melanjutkan ke SMA yang sama dengan saya. Kebanyakan kembali masuk SMA swasta. Ada yang ke SMA khusus wanita, ada yang umum, ada pula yang ke SMA negeri lainnya. Akhirnya kesibukan disekolah baru mengakhiri masa - masa kebersamaan penuh persahabatan diantara kami.
O, sahabat…betapa banyak puisi kehidupan telah tercipta tanpa mampu kita bagi bersama lagi….



December 13, 2008
sahabatku sejak sma, kebetulan berlainan kota mbak nadin, satu di surabaya dan satunya di magelang. walau jauh, sampai sekarang kami masih tetap berhubungan, walau seringnya lewat telpon tentunya. dan yg aneh, sahabatku yg di surabaya, dia selalu tahu saat aku ada masalah. pasti….tiba2 telepon, dan kalimat yg diucapkan pertama adalah ‘nak, kamu ada masalah apa ?’ (kami saling memanggil dengan sebutan ‘nak’ ). dan suatu saat, saat aku mempunyai masalah gawat, tiba2 dia nongol begitu saja di semarang. nah, aneh kan ? itulah sahabat, kadang lebih tahu kita daripada saudara sendiri.
goenoeng’s last blog post..sajak, yang terpinggir
December 16, 2008
hwaduh OTS ketauan uzurnya nih…eh umurnya maksud sayah. emang di SMA guru-gurunya nggak mendidik ya din? (pertanyaan jebakan…siapa tau ada gurunya nadin yang baca). tapi jaman sekarang emang susah nyari sekolah yang ngasih ilmu bukan ngasih ijazah doang…
geRrilyawan’s last blog post..INFO (NGGAK) PENTING TENTANG SAYURAN DAN BUAH-BUAHAN…
December 17, 2008
dalam beberapa titik saya memiliki kemiripan dengan ibu nadin dalam pengalaman sekolah.
smp saya berada di cililitan, sebuah tempat yang bisa dikatakan melting pot. maka teman sekolah saya beragam. dari anak kolong di halim, anak pedagang toko di kramat jati, hingga anak preman cililitan (dulu terminal bus cililitan masih ada, belum dipindah ke kampung rambutan). tapi kami memiliki guru-guru yang hebat. siapa yang sangka dari sekolah kumuh tersebut kami, oleh guru bahasa indonesa -bu har namanya- dikenalkan dengan buku sastra karya pramoedya yang pada tahun-tahun segitu masih jadi barang tabu. atau jangan lupakan karangan-karangan masa lampau abdullah bin abdulkadir munsyi. ada juga guru kesenian -pak aji- yang mengajarkan bahwa lukisan bukan cuma gunung dengan matahari.
tidak semuanya berhasil keluar dari lingkaran setan kekumuhan. ada yang kemudian menjadi bandar narkoba. teman kami ada yang meninggal ditusuk pisau. beberapa masuk penjara. tapi itu tidak menafikan betapa pendidikan yang diberikan para guru itu membuka mata saya dan teman-teman tentang dunia yang luas. saya belajar menulis dan berkesenian di smp itu.
PRABHAM WULUNG’s last blog post..Rumah
December 18, 2008
pengen rasanya kembali ke jaman SMA dulu
thevemo’s last blog post..Menyibak Tirai Pedalaman Nyogan
December 18, 2008
Jaman yang menyimpan kenangan cukup indah, susah dilupakan. nostalgila SMA, Semut2 hitam obie mesakh…apa lagi…ya…banyak lah lagu yang bicara tentang masa SMA, Itu kalau lagu…nah kalo cinta nyemot…tumbuh kembangnya kan di jaman ini pula…ya..kan…..
December 22, 2008
HHmmm kenangan SMP nih …
Ini si SMP swasta ya Din …
Sama … aku SD dan SMP juga di sebuah yayasan swasta …
Kalau mau Ada SMA-nya juga … sayang untuk perempuan semua …
Jadi aku masuk negri deh …
Dan terus terang betul kata kamu … masa indah saya ada di SMA …
nh18’s last blog post..ICE BREAKING #2
December 23, 2008
Kenangan sekolah memang tidak bisa dilupakan
Bajak Laut]’s last blog post..Cara mematikan Komputer dengan BUNUH DIRI
December 24, 2008
hi…apa kabar mbak Nadin ??
masa SMA..SMP…memang sangat menyenangkan….sahabat saat itu benar benar masih murni…tak ada kepentingan apa2..Maka ketika ada reuni dan kita saling ketemu…..wuiiih…asyik,kita bicara masa lalu…Rasanya semua indah…
December 27, 2008
Salam kenal.
Jadi inget masa sekolah dulu… ya masa lalu yang penuh kenangan. Hal yang selalu akan kita ceritakan kepada keturunan kita. setidaknya sebagai pembelajaran…
kemi’s last blog post..Medifast
January 1, 2009
hi mbak Nadin…
kemana aja…kok gak muncul ?/ liburan dengan keluarga ya ??
dyah suminar’s last blog post..80 tahun sudah…….
January 2, 2009
Seperti menghilang ditelan rimba, dimanakah gerangan dinda kini berada, begitu banyak yang menantikan kehadirannya.
sonyssk’s last blog post..INIKAH NAMANYA SALAH KAPRAH ///
January 10, 2009
hi nadin. kita pernah satu smp dulunya. :)
senang mendengar bahwa nadin punya kenangan indah di masa smp.
bagi saya, smp jadi pengalaman yang luar biasa buruk.
boleh jadi di tarki 4 adalah periode yang sangat gelap.
saya teringat tentang nadin…
di kenangan saya,
nadin tergolong salah satu yang baik
tidak sejahat mereka,
anak2 populer.
manusia2 jahanam…
yang menilai sesama-nya lewat:
1. keren/tidak-nya seseorang
2. siapa yang mereka temani
3. apa yang mereka punya
sedih sekali menyadari bahwa, bahkan ketika .. kita masih se-muda itu, perlakuan yang diterapkan kepada sesama rekan se-usia….dapat menjadi sedemikian kejamnya.
mungkin, jika ditengok lebih dalam..
teenagers will always be teenagers …
but that doesn’t mean we could treat those less popular-people like they’re not human being…..
satu hal yang pasti ..
saya percaya, alam itu adil, and hidup akan menemukan cara untuk mencapai keseimbangannya….
January 11, 2009
Hmmm…aku malahan tercengang ma alur dari tulisan-mu mba. Hidup banget…
Salam :)
January 11, 2009
untuk semua sahabat…terima kasih…dan mohon maaf kalau saya baru berkesempatan membalas semua respon sahabat! semoga rasa terima kasih saya diterima dan permohonan maaf saya dikabulkan! semoga tahun 2009 ini menjadi tahun yang mewujudkan banyak mimpi - mimpi terbaik kita semua!….amien!
dear mas goe,
betapa beruntungnya mas goe berkesempatan punya sahabat yang sedemikian erat. meskipun tidak bersua,namun tali persahabatan masih tergenggam erat di masing - masing hati…sedemikian, sampai tidak dapat dipisahkan jarak…semoga mas goe sudah menyempatkan menyapa sang sahabat yang hebat itu ditahun baru ini ya…
dear bang yoso,
he…soal umur, saya berani jamin ots masih seangkatan sama abang!he…mengenai pertanyaan jebakan…biarkan itu tetap jadi jebakan aja ya bang….ga enak kalau dibaca sama guru sma…(wekekekekeee…………………)
dear prabham,
seorang guru smp memperkenalkan buku pramoedya? waahhh…hebat sekali Ibu Har ini! saya baru tau yang namanya PAT itu saat kuliah, itupun suami yang memperkenalkan, bukan dosen…beruntung sekali bapak prabham ini..semoga dikemudian hari andapun dapat mengharumkan nama bangsa selayaknya PAT meniupkan nilai2 kemanusiaan yang menginspirasi ke seluruh dunia.
dear thevemo,
he…kalau nadin lebih prefer masa smp tuh bang…he…..salam kenal ya! terima kasih sudah mampir.
dear thekry,
kalau lagu semut2 merah rasanya nadin masih sd tuh mas..(maaf ya, asumsi saja..kalau ternyata mba, pak atau bu…mohon dimaafkan, saya belum sempat bertamu keblog anda!….salam kenal! terima kasih sudah mampir.
dear om trainer…
he….kebayang deh ‘indah’nya masa sma om trainer….pasti penuh dengan nama - nama indah para wanita….he…..
dear bajaklaut,
yuppps…tiap masa memang punya ‘cerita’nya masing2…pilihan kitalah yang membuat masa2 itu menjadi indah untuk dikenang!salam kenal ya! thanks for drop by!
dear ibu dyah
he…mohon maaf bu, kebetulan agak sibuk diakhir..dan awal tahun ini…keasikan bermalasan dan bermain dengan anak2….he…, benar bu..rasanya waktu itu sahabat sesederhana berjalan bersama, ngobrol, cerita2 seputar sekolah…setelah dewasa, makna sahabat menjadi semakin kompleks, semakin sensitif, semakin banyak syarat, dan semakin sulit dicari…he……..
dear kemi,
disitulah indahnya mengenang masa lalu bukan? agar setiap hikmahnya jadi pembelajaran untuk generasi penerus…semoga kita semua diberi kebijaksanaan untuk melaksanakan amanat ini dalam hidup ya! salam kenal…terima kasih sudah mampir!
dear bang sony…
he….bisa ajah…banyak itu maksudnya ibu dyah dan bang sony..(yang memang selalu peduli pada semua sahabat didunia maya) ? wekekeke……anyway, terima kasih ya untuk supportnya…jadi semangat nulis lagi! semoga sahabat2 blogger yang lain juga selalu mendapatkan inspirator seperti ibu dyah dan bang sonny ya!
dear ekstarki-4,
salam kenal ya…terima kasih sudah mampir…sejujurnya, saya terkejut membaca komentarnya…saya tidak pernah menyangka ada teman satu smp yang merasakan pengalaman sedemikian…bertolak belakang dari apa yang saya ingat…
“bagi saya, smp jadi pengalaman yang luar biasa buruk.
boleh jadi di tarki 4 adalah periode yang sangat gelap.”
saya sungguh - sungguh berharap, tulisan saya membawa kenangan lain untuk anda tentang masa smp kita. jika bukan tentang murid - muridnya, mungkin tentang atmosfer sekolahnya, atau tentang guru - gurunya….saya sungguh - sungguh berharap, diantara banyak kenangan tidak menyenangkan yang muncul, paling tidak ada ingatan menyenangkan yang membuat anda mengulum senyum…
“di kenangan saya,
nadin tergolong salah satu yang baik
tidak sejahat mereka…”
hiiiksss…kalau tidak sejahat, berarti tetep jahat dong…cuma kadarnya aja lebih kecil,….hhhiiiikkkkssss…..huuuaaa…….
sahabat, saya minta maaf ya…kalau mungkin apa yang pernah saya lakukan atau saya katakan…tanpa saya sadari menyakiti….tidak saja anda..mungkin juga teman yang lain… saya tidak merasa pernah punya musuh…tetapi juga tidak berarti bersikap tanpa cela…jadi jika ada sikap saya yang mungkin memberikan persepsi berbeda dari yang sebenarnya saya rasakan…once again, please forgive me…
“mungkin, jika ditengok lebih dalam..
teenagers will always be teenagers …
but that doesn’t mean we could treat those less popular-people like they’re not human being…..”
betul sekali…mungkin saya yang terlalu naif sehingga tidak mampu melihat perlakuan demikian terjadi disekitar saya…dari dan kepada orang - orang disekitar saya…saya sedih mendengarnya…but it was all in our past… please…put it behind… yang lebih penting adalah bagaimana membuat kejadian itu tidak terulang dan menimpa anak2 kita..keponakan-keponakan kita… ‘tokoh-tokoh’ jahat akan selalu ada…bukan tokoh jahatnya yang harus kita waspadai, tapi anak - anak kita yang harus kita persiapkan…supaya mereka mampu melihat “beyond all those shallow material things”… supaya anak2 kita dimampukan memiliki karakter yang melihat hati sahabatnya dengan jernih…dan semoga kelak, mereka dikaruniai kebahagiaan dalam tiap masa kehidupan mereka, bahkan ketika mereka tidak menjadi orang - orang yang populer….
so…eks tarki 4, (saya ingin sekali mengganti kata anda yang mengganjal ini dengan nama…nama yang tentunya belasan tahun lalu pernah pula dilafalkan oleh mulut ini……he….), saya berharap, ditahun yang baru ini, anda mendapatkan banyak berkat, pengalaman indah, dan merasakan kebahagiaan persahabatan baru di dunia blogger (dimana kita dihargai karena pendapat dan pemikiran kita…bukan karena ‘tampilan’ kita!)…saya setuju, alam akan menemukan keseimbangannya……God .bless u mate!!!
dear anditta,
he…terima kasih…jadi senang!!! (blushing mode on)…maklum, terakhir menulis itu zaman bikin skripsi di kampus, jadi sekarang kalau menulis karangan bebas seperti artikel pendek di web ini makan waktu lamaaaaaaaaa!!!!hehe……tau ga, 1 artikel itu bisa 1 jam sendiri! ampuuun deh!hihi….so, salam kenal, terima kasih supportnya, semoga bisa mampir lagi yah!
January 12, 2009
Setiap tahap sekolah ada suka dan dukanya sendiri.
SMP masih bersenang-senang, karena belum tahu tanggung jawab yang berat. Malah dulu bingung karena sudah ada yang pacaran….dan saat teman dibelakangku naksir…saya musuhi…hehehe…masa-masa semengit.
SMA lain lagi, diantara waktu bersenang-senang (orangtua lebih membebaskan karena dianggap sudah besar), ada beban harus bisa lulus ke Perguruan Tinggi. Dan disini mulai awal jatuh cinta atau cinta monyet, menggelikan, lucu, mungkin itu sebabnya di sebut cinta monyet.
Si bungsu kalau ditanya, masa yang menyenangkan adalah masa kuliah di ITB, karena teman2nya kompak. Kalau ada masalah diselesaikan, katanya di SMA malah nggak asyik. Maklum SMA di Jakarta, anaknya bervariasi, dari yang kutu buku, sampai ada yang jadi selesb (bintang sinetron)…jadi anakku temenannya sama cowok, geng PMR. Setelah kuliah S2 (di ITB juga), dia bilang tetap asyik di S1, temannya pintar2. S2 udah campuran, dan yang dianggap bagus ternyata tak selalu bertanggung jawab…..
edratna’s last blog post..Apa sebaiknya pindah ke pra bayar ?