Ketika dolar Amerika meroket beberapa minggu belakangan ini, suami saya mulai pusing kepala (ya iyalah, masa pusing di kaki…hi….). Meskipun usahanya tidak melibatkan dolar dalam jumlah besar, tetapi perbedaan kurs yang terjadi dalam waktu singkat tersebut cukup membuatnya ketar ketir. Bagaimana tidak, usaha web hosting yang ia jalankan masih sangat bergantung pada dolar. Pembelian domainnya pakai dolar. Kalau ada yang tertarik menyewa server (istilahnya dedicated server), beli server dan embel - embelnya semua pakai rate dolar. Jika pemasukan standarnya, tadinya, bisa menjadi modal untuk membeli domain atau server untuk klien baru, maka dengan kenaikan dolar yang terjadi otomatis harus mencari tambahan dana untuk modal membeli domain dan server lagi.
Suatu sore di pekarangan (cihiiiiy…boong deng, kita ga punya pekarangan..wong kita tinggalnya di gang…he…..ini kata ganti tempat, supaya para pembaca tidak perlu membayangkan peristiwa - peristiwa lain yang terjadi sebelum atau sesudah pembicaraan ini tercipta), kamipun membahas geliat kehidupan ekonomi di Indonesia dan dampaknya pada kehidupan kami. Ujung - ujungnya saya mengeluhkan soal para koruptor yang seenaknya saja mengambil uang negara dan mengakibatkan bangsa ini terpuruk dalam hampir tiap segi kehidupan. Suami saya lalu muncul dengan teori ini: Yang menyebabkan parahnya ekonomi Indonesia saat ini sebenarnya tidak berhenti di kegiatan korupsi yang terjadi, melainkan apa yang dilakukan para koruptor setelah mendapatkan uang korupsi tersebut.
Umumnya, karena takut, para koruptor membelanjakan uang hasil korupsinya di luar negeri. Mereka membeli rumah, apartemen, tanah…tapi diluar negeri. Lalu mereka membelanjakan uang mereka untuk mengisi rumah, apartemen dan membangun…tapi diluar negeri. Mereka juga berbelanja, kebutuhan fashion, jalan - jalan…diluar negeri. Alhasil semua uang negara yang dikorup itupun habis diluar negeri. Berapa yang sampai ke tangan rakyat negeri ini? nyaris nol.
Tetapi ada pula koruptor skala kecil yang (mungkin karena korupsinya kecil jadi tidak bisa ke luar negeri…he…) membelanjakan uangnya di dalam negeri. Mereka membeli tanah, bangun rumah, beli apartemen, belanja furniture, membuat pesta besar, liburan keluarga besar…..dimana? didalam negeri. Semua uang tersebut kembali ke masyarakat dalam bentuk pembelanjaan barang, pembelian produk dan pembayaran upah. Semuanya menjadi ‘rezeki’ bagi orang - orang yang terlibat dalam proses pembelanjaan tersebut. Orang apa? Orang Indonesia.
Bukannya kami lalu setuju dengan para koruptor tipe kedua ini loh!!! Cuma saja ada hikmah yang bisa dipetik…bahwa Tuhan selalu punya jalan untuk menyampaikan rezeki ke tangan mereka yang memintanya. Kita tidak pernah tau kita dibayar pakai uang apa bukan? Tetapi keringat dan kerja keras kita menghalalkan apa yang kita terima dan mensyukurinya sebagai rezeki dari Tuhan. Apalagi ketika uang tersebut menjadi uang yang menghidupi keluarga kita. Besar ataupun kecil, menjadi berkat dimeja makan kita dan pakaian yang mempercantik putri - putri kita.
Dan dengan kesimpulan itu pula, saya menarik kembali semua makian terhadap para koruptor. Saya memilih untuk diam dan menyerahkan nasib mereka ke tangan Hakim Agung yang tidak pernah salah dalam mengadili, dan yang bukti - buktinya 100% sah dunia akhirat!!! (hiiiiikikikkkk…….maaf….dendam modenya masih on)
Tugas saya adalah untuk bekerja keras. Bergadang didepan komputer…(meskipun seringkali tak mampu menolak godaan blog walking dan facebook), Jualan sampai bibir kering…(dan deg2an kalau tidak mampu menjawab pertanyaan klien), Memberikan pelayanan terbaik bagi klien (hayoooooo….jangan mikir yang aneh2 yah!!!), Naik turun tangga sampai 5 kali sambil menggendong tas laptop yang berat ituh…(maklum laptop tua, masih berat banget!)…pokoknya bekerja sebaik mungkin! Sisanya adalah bagian kerja Tuhan.
Semoga kehidupan ekonomi negara ini semakin baik, dan rupiahnya semakin menguat. Semoga bangsa ini kembali menjadi bangsa produktif. Bangsa penghasil..bukan pembeli. Bangsa produsen..bukan konsumen. Bangsa yang mampu berdiri sendiri, bukan bersandar pada bahu bangsa lain. Semogaaaa……………………….


December 5, 2008
Hehhehe … aminn.., biar miskin gimana caranya biar duitnya muter di bangsa sendiri ya .. ada untung dikit semoga bisa buat ikutan kurban (tahun depan), semoga bisa buat bikin rumah (3 tahun lagi), bisa buat beli mobil, bisa buat naik haji atau ngeberangkatin orang tua naik haji, bisa buat buka lapangan pekerjaan .. :) …
Ujungnya sih duit gak pernah bisa jadi patokan, tapi amalan :) … semoga juga kita bisa jadi orang yang banyak amalannya .. amin (lagi)..
December 6, 2008
hehe…..ternyata nggak cuma aku yg bingung saat ini, mikir kebutuhan yg semakin hari ngajak kejar2an.
ngomong2 soal koruptor….sebentar lagi, duit hasil korupsi mereka akan menjadi santapan bagi (kebanyakan) rakyat miskin.
bagaimana enggak, wong saat2 seperti ini mereka akan terlihat seperti malaikat tanpa sayap yang diutus oleh Tuhan untuk turun ke bumi (haiyah, hiperbolis banget :D ). dengan gaya masing2 ( ada yg bossy, ada yg tampak aliim, ada yg terlihat biasa…. ), mereka akan membelanjakan harta(haram)nya buat ikut berkurban. dan biasanya nggak tanggung2, belasan kambing dan sapi akan siap dimutilasi. nah, itu mungkin memang rejeki wong2 yg memang mengharap daging kurban itu. lumayan kan, daripada nggak kebagian apa2 karena dana lari ke negeri seberang….
pertanyaan akhirnya…..dan apakah aku ikut berkurban seperti mereka ? jawabnya….iya ! kurban perasaan….. :D
halo mbak Nadin, sori aku numpang ngoceh disini nih…… apa kabar ?
goenoeng’s last blog post..9 tahun mengukir waktu bersama
December 7, 2008
Nadin, laptopku juga barangkali lebih berat dari laptop kamu, itu-tu Thosiba-Satellite. Apalagi aku jauh lebih tua dari kamu. Tapi tentang perekonomian bangsa, kami harapkan kalian generasi muda lah yang akan mampu memperbaikinya sehingga bisa menjadi lebih baik dan bermartabat diantara bangsa-bangsa.
sonyssk’s last blog post..Masa Kecilku di Desa
December 8, 2008
Masalah korupsi sepertinya memang sudah mendarah daging di Indonesia. Tetapi setidaknya hasil kerja KPK dibawah Antasari Ashar lumayan mampu membuat orang berfikir 2 kali untuk melakukan korupsi. Semoga dimasa depan korupsi bisa diatasa dan uang negera bisa bermanfaat bagi kemakmuran seluruh masyarakat Indonesia bukan hanya segelintir orang Indonesia. Thanks
Yulis’s last blog post..BACKGROUND YANG SAMA dg ORANG YANG BERBEDA
December 8, 2008
Ayo dong kita berantaskorupsi..mulai dari diri kita sendiri..
December 9, 2008
Kebutuhan hidup makin meroket…..
Kalau saya, jalan satu2nya ya harus efisiensi disegala kehidupan……karena pemasukan juga tak jelas, sedang uang pensiun kecil sekali.
(Berdoa semoga masih ada rejeki…dan saya percaya Allah swt akan memberikan rejekinya)
edratna’s last blog post..Lima belas bulan kemudian
December 10, 2008
dear tajid…
amin..amin..amin…! (ayo semangat!!!) ps: dollar turun lagi jadi 11.500 hari ini!
dear mas goe,
baik mas…nuwun sudah mampir…jangankan ngoceh, nulis cerpenpun boleh kok mas!he…maaf ya mas, masih agak sibuk jadi belum sempat minum wedang jahe sambil menikmati alunan puisi mas!(sachetnya udah beli kok mas..he…), mudah2an dapat jeda minggu2 ini! Semoga daging sapi dan kambing kemarin dapat menjadi obat penghibur bagi ‘perasaan’ mas sebagai sesama korban…he…ayo mas, kita teruskan perjuangan merangkai lirik kehidupan, sebaris hari demi hari…
dear bang Sony…
akh…sungguh berat kali beban itu bang…bantu kami yah! mungkin secara kemampuan kami punya potensi..tapi secara emosi, perlu banyak mendengar, secara pengalaman, perlu banyak mencatat, secara kedalaman jiwa, perlu banyak merenung…supaya kedewasaan diikuti kerendahan hati! Itu juga jadi doa buat para wakil2 rakyat yang masih ‘muda’ baik dalam ilmu terapan maupun ilmu kehidupan!
dear mba Yulis,
amin! betul mba, kerja keras KPK mulai terlihat dampaknya. saya yakin, generasi muda kita punya harapan banyak mba!
dear starwrite,
setuju! saya juga berjanji tidak lagi korupsi uang belanja untuk cuci rambut ke salon! Lain kali saya minta aja langsung ke suami! (wakakakakaaa……..teteup salon oriented!!!)
dear Ibu Enny,
amin! Orang tua saya juga sudah tidak bekerja bu, karena dulu swasta, malah sekarang tidak ada dana pensiun, demikian juga mertua saya. Tapi disitulah kebesaran Tuhan nyata dalam hidup kami. Toh sampai sekarang kami semua sehat dan diizinkan menikmati hidup ini bersama. Tiap kali saya merasa takut dan tertekan dalam masalah ekonomi, saya kembali diperhadapkan kepada kebesaran kuasaNya…masalah yang seakan tidak ada jawabannya, seiring waktu terselesaikan satu persatu. Semoga hari - hari Ibu sekarang menjadi bukti nyata dari janji Tuhan yang selalu menjaga anak - anakNya ya bu!
nadin’s last blog post..Teori Ekonomi