Hari Minggu kemarin, 23 November 2008, SMUN 8 mengadakan reuni akbar merayakan 50 tahun keberadaan sekolah tersebut. Sebagai salah seorang alumni yang paling jarang datang ke acara reunian baik yang diadakan secara formal maupun tidak, kehadiran saya benar - benar berutang pada keberadaan facebook yang beberapa minggu sebelumnya mempertemukan saya dengan Shinta, salah seorang sahabat waktu SMA dulu.
Setelah kembali dari acara reuni tersebut, saya jadi ingat kembali beberapa kisah sma yang sempat lenyap dalam kenangan ditengah kesibukan keseharian saya. Kisah - kisah itu antara lain tentang SIERA, atau Sie Upacara, tentang 4 sekawan, dan tentang perjuangan.
Saya ingat betapa saya pernah bermimpi jadi anggota pasukan pengibar bendera pusaka. Ketika masuk SMA, sayapun bergabung dalam sie upacara yang kerjanya mondar - mandir latihan baris berbaris dilapangan sampai kulit jadi hitam ‘peteng’….(he….yang ini bohong…kulit saya memang sudah hitam dari ’sananya’). Banyak yang mencemooh. Untuk apa pula ikut ekstra kurikuler model ‘tempo dulu’ seperti SIERA. Tapi saya tetap bertahan. Bahkan ketika mimpi untuk berbaris di Istana Merdeka menjadi tinggal kenangan ketika saya akkhirnya diputuskan tidak lolos pemilihan anggota Paskibra di tingkat Jakarta Selatan, saya masih tetap ‘nongkrong’ bersama teman - teman, setidaknya sampai bagian awal masa kelas III.
Mungkin teman - teman lain tidak dapat mengerti perasaan bangga yang saya alami dalam hati ketika melihat bendera merah putih itu berkibar gagah diangkasa. Tidak dapat mengerti perasaan bangga ketika langkah kaki dalam keserasian dan keseragaman berbaris hikmad mengantar sang saka ke tiang bendera. Tidak dapat mengerti perasaan yang berkecamuk didalam dada saat mendengar Indonesia Raya berkumandang dengan lantang. Tapi buat saya, semua perasaan itu cukup untuk membuat saya bertahan di dalam kegiatan yang me’nyiksa’ anggotanya dengan panas terik dan cemooh teman2. Ketika kemarin saya melihat beberapa teman sie upacara…saya mengingat kembali semua kenangan itu. pahit dan manis.
Tentang 4 sekawan, sebenarnya bukan itu namanya. Kami bahkan tidak punya nama tertentu seperti gank pada umumnya. Saya tidak bisa mengingat bagaimana saya yang notabene hitam, urakan, cuek…dan anak sie upacara ini, bisa berakhir berteman dengan 3 gadis cantik dengan kulit putih super mulus dan modis; Shinta, Mona dan Egi. Ketiga - tiganya pandai dan tidak seperti saya, rasanya mereka tidak pernah naik metromini. Setelah lulus ketiga - tiganya masuk fakultas kedokteran UI yang kampusnya di Salemba. Dan meskipun masih satu almamater, saya terdampar di fakultas teknik yang kampusnya ada di Depok. Meskipun berada di teknik memang cita - cita saya (asumsi : mahasiswa banyak…mahasiswi minim!!!), tak urung saya sedih juga berpisah dengan mereka.
Selama hampir 1 tahun terakhir disekolah, mereka bertiga inilah tempat curhat, teman belanja, dan teman bolos kalau sedang malas les tambahan. Ketika masa persiapan kuliah sudah dimulai, mereka masih dapat berdiskusi dan janjian ketemuan di ‘tengah Jakarta’, sementara saya sibuk menyesuaikan diri dengan kereta api Jakarta - Bogor, bis kampus dan ojek dipinggiran pagar kuning. Ketika reuni kemarin, saya teringat masa dimana saya merasa sangat lelah belajar, dan kemudian wajah - wajah mereka muncul dimata hati saya. Memberi semangat, memacu daya saing…untuk kembali belajar. Bahkan ketika kami tidak bersama, ingatan tentang mereka tetap memacu saya untuk maju dan menjadi lebih baik lagi.
Saya menyesal menggunakan sepatu hak tinggi, satu - satunya milik saya, waktu reuni kemarin. Berdiri 2 jam saja, rasanya pegaaaaal sekali. Mona datang jam 11 sesuai janji kami…tapi Shinta baru muncul hampir pukul 1 siang!!! Selain rasa lelah di kaki, banyaknya orang tidak memungkinkan kami bercerita dengan leluasa. Saya sebenarnya ingin mengajak mereka jalan keluar untuk bercerita lebih banyak, tetapi mereka sendiri sepertinya masih ingin berbincang dengan teman - teman lain. Jadilah saya pulang lebih dulu. Di taxi, saya merenungkan masa - masa itu…
Masa dimana apapun masih mungkin terjadi…segala sesuatu masih mungkin diraih… Masa dimana cinta hanyalah pertemuan dan tatap mata. Mimpi hanyalah sejauh belajar sampai dini hari. Hidup hanyalah kemarin dan hari ini.
Betapapun indahnya masa - masa itu, kita semua dipaksa untuk meninggalkannya. Takdir menarik…menyeret kita, untuk maju, dan bertumbuh. Menjadi dewasa. Suka ataupun tidak…Disinilah kita berdiri sekarang.
Ya…disinilah saya berdiri sekarang. Dengan penuh harap menatap kedepan…dan menyadari, benang merah dari masa lalu itu terjuntai ditangan…namanya ‘perjuangan’.




November 28, 2008
Waw … Nadin anak Bukit duri toh dulu …
Itu SMA saingan SMA ku tuh dulu … hehehe
Kegiatannya pun hampir sama dengan saya … kalo di SMA ku namanya TLUP … Tata Laksana Upacara …
Ya gitu-gitu deh hampir sama mungkin tugasnya …
Ini cerita saya mengenai TLUP
http://theordinarytrainer.wordpress.com/2008/08/13/upacara-bendera/
But Yes Indeed …
Reuni selalu bisa menghadirkan kenangan yang sangat indah untuk kita kenang …
salam saya
nh18’s last blog post..SPEED READING
November 29, 2008
nadin…anak upacara toh dulunya. pantesan……
baru mampir sekarang nih din…baru tau juga gw tempat lo ini gara-gara ngoprek-oprek tempatnya jeung lala…
kita juga jarang reunian din…kalo nggak di acara nikahan ya di FB….hahahaha….
geRrilyawan’s last blog post..SEPERTI DEDDY MIZWAR…
November 29, 2008
dear Om Trainer,
memangnya dulu Om SMA dimana? Setahu Nadin, Ga ada tuh yang bisa nyaingin banjirnya SMA 8! He…..Bener Om…zaman doeloe memangnya TLUP, trus diganti jadi SIUP atau Sie Upacara, trus diganti lagi jadi SIERA untuk kepanjangan yang sama…Intinya sih teteup baris berbaris dibawah terik mentari…he…..Yang pasti, anggotanya sebaiknya sih tidak mengantongi recehan Om…wekekekeeeee……
November 29, 2008
Aku juga sering masuk ke lorong waktu itu, mereka-reka beberapa pilihan yang ada didepan mata, entah itu tentang kota tempat study, entah itu fakultas, entah itu jurusan, entah itu pacar. Semua pilihan itu pasti dipasangkan dengan usaha dan perjuangan. lalu… akhirnya aku selalu mengakui bahwa yang kujalani sekarang adalah yang the best bagi hidupku dan keluargaku (walaupun barangkali bagi orang lain… kesimpulanku itu aneh).
sonyssk’s last blog post..Kenangan Masa Kecil
November 30, 2008
Mbak Nadin..
Seneng banget ya bisa reunian gitu… Sama seperti Mbak Nadin, kalau saya pergi ke reuni, pasti deh mulai ngayal nggak jelas tentang masa-masa dulu… Dan pastinya, inget sama si cowok bermata bening yang bikin hati selalu deg-degan tiap ketemu di sekolah! ahuhuhu! :D
Ketika ketemu dengan teman lama, memang terasa bahwa waktu itu sangat sangat luar biasa dahsyatnya ya, Mbak… Tanpa terasa kita telah sampai di suatu masa di mana saat itu hanya cita-cita semata…
November 30, 2008
dear bung geRrilyawan…
next time g panggil bung yoso ajah ya! - saya mempertanyakan komentar anda dibagian “pantesan…” , sungguh mendebarkan menunggu lanjutannya! Apakah kira - kira hal tersebut berkaitan dengan warna kulit?
November 30, 2008
dear pak sony
bukankah hidup kita akan jadi menyedihkan jika kita menjalani hari - hari dengan pikiran ’seandainya….’ bergelayut di tiap langkah kita? saya sendiri tidak tahu pasti, tetapi meyakini bahwa apa yang kita jalani adalah yang terbaik dan bersyukur untuk itu, rasanya adalah langkah awal untuk mencapai kebahagiaan sejati nantinya! Tetap semangat dan terus berjuang ya pak!
dear jeung lala
exactly! itulah sebabnya kita harus terus memberanikan diri untuk bermimpi bukan?…siapa tau sekian tahun mendatang kita bisa ngobrol santai di jimbaran dan berdiskusi tentang suksesnya peluncuran buku terbaru jeung dan soft opening rumah jeung lala yang saya desain…wekekeeeee…….!!!!
btw jeung, kira - kira, sekarang matanya cowok itu masih bening ga ya?hi….
December 1, 2008
Setiap acara Reuni….pasti menyenangkan,apalagi Reuni SMA,saat itu kita belum terbebani apa apa…adanya cuma seneng dan seneng…Dan ketika ketemu teman teman yang dulu rasa rasanya ….sangat pendiam, tak banyak teman…bukan anggota kelompok heboh….tapisekarang mereka sukse…Wah rasanya sangat bahagia…
December 6, 2008
dear Ibu dyah,
Ya bu…dulu gank atau kelompok main terasa penting sekali…tapi setelah bertemu kembali, yang ada hanya rasa rindu pada masa - masa indah tanpa beban itu. Tidak lagi peduli pada perbedaan2 di masa lalu, tetapi berbicara pada kemajuan - kemajuan yang telah dicapai setelah masa - masa bersama itu.
December 31, 2008
[...] Nadin : “TENTANG REUNI” [...]
January 14, 2009
Ommm….mungkin buat om ini cuma sekedar hal kecil yang ‘menarik’ untuk ditulis…tapi buat nadin sangat berarti. Terima kasih untuk dukungannya om!
March 24, 2009
Kakak siera juga? Angkatan berapa kak? Saya siera angkatan 42..
Salam kenal..
March 25, 2009
hi rino…saya mr 04/30…salam kenal juga! sudah sempat mampir ke blognya rino,tapi jujur, saya bukan males ngisi komentar karena ga mau nulis, tapi karena ga punya accoun googlenya, …maaf ya!! —-(nasib gaptek nih rin…)
menurut nadin artikelnya bagus…apalagi untuk penulis seusia kamu! Soal curious case of bb, saya juga setuju, ide ceritanya memang sangat mengagumkan, dan upaya menampilkan ide tersebut dalam sebuah film patut diacungi jempol. sayang saya belum sempat nonton slumdog…
ternyata rino penggemar film juga ya! he…saya sudah lama tidak sempat menulis artikel tentang film lagi =(
lagi persiapan kelulusan ya rin? sukses ya! semoga tetap semangat belajar dan berhasil mencapai impian! ciayo rino!
March 29, 2009
Hmm kalo angkatan 30, berarti seangkatan sama kak agung ya kak?
Iya ini lagi persiapan lulus2an, moga2 lulus ya, hehe.
Oh iya datang dipara berikutnya ya kak, sekitar akhir april atau awal mei.
March 30, 2009
Tadi abis ngubek2 arsip siera, ternyata kak nadin waka 3 siera XXX ya..