Tentang malaikat
By Nadin Asmarandjani | 5 CommentsLeave a Comment
Last updated: Tuesday, November 11, 2008 | 577 Views

Berjalan tertatih

Menuju cahaya

Yang menjauh

Terjungkal berkali

Tak terkatakan

Kepedihan

Tiap kata makan makna

Dan aku semakin

Melambat ditenggelamkan takut

Ah malaikatku…

Malaikat malaikatku

Tarik aku

Dalam hangat pelukmu

Kemurnian matamu

Dan keindahan tawamu

Malaikat malaikatku

Tali merah dari surga

Merengkuh hidupku

Damaikan jiwaku

Ajarku takluk

Dalam kerapuhan makin tunduk

Pasti tau

Malaikat selalu

Duduk bersamaku

Malaikat malaikatku

Hadiah Tuhan untukku

Comments

5 comments
  1. nh18
    November 12, 2008

    HHmmm …
    Ternyata Nadine pandai berpuisi juga …
    Ini keren Din …

    Salam saya

    Leave a reply
  2. Nadin Asmarandjani
    November 12, 2008

    Waduh…makasih Om!…ia nih, terinspirasi puisi2nya Mas Goe. Liat blognya mas Goe, jadi pengen nulis puisi lagi…kalau liat blognya Om…jadi tambah giat kerja!!! he….semangat Om!

    Leave a reply
  3. Wahyu Rahardjo
    November 12, 2008

    Hmmmm, masih suka nulis puisi ya Din? Bagus buanget jadi sarana sublimasi, he…he…he…
    Kenapa, Din? Nggak cuma sekedar terinspirasi aja khan?
    Din, jadi inget bagian akhir Superman Returns, waktu si kangmas Superman ngedatengin kamar anaknya malem2. Gue lupa kata2 yang dia ucapin. Pokoknya seputar, ”Ayah menciptakan anak dan kelak anak akan menjadi ayah…..”. Gue tersentuh aja sama kata2 itu. Alangkah bahagianya jika kita bisa berkeluarga dan berketurunan. Malaikat2 yang dulunya cuma hadir di mimpi bisa jadi kenyataan. Kita tarik dan kita peluk mereka. Kita dekap dan rebahkan kepala mereka ke dada kita supaya mereka tahu bahwa mereka dikirimkan Tuhan buat kita, dan kini mereka jadi detak jantung kita sampai nafas kita kelak terhenti.
    Salam.

    Leave a reply
  4. singal
    November 15, 2008

    Mereka memberi semangat hidup kita.

    singal’s last blog post..Change!, Harta Tak Laku di Surga

    Leave a reply
  5. nadin
    November 18, 2008

    dear wahyu…
    Ia yu..rasanya sudah lamaaaa sekali tidak menulis puisi..tiba - tiba saja keinginan itu datang lagi, dan yang paling ingin aku tuangkan adalah perasaan bersyukur untuk anak - anak manis yang dengan ketulusan cinta membutuhkan aku seutuhnya. Memang perasaan father - son dan mother - daughter pastinya tidak dapat dirumuskan,…tapi esensinya selalu sama; cinta.

    Semoga cepat menemukan hadiah surgamu ya yu! Meanwhile…teteup semangat dan teruslah berbagi ilmu dengan sesama…(seperti ke gua ini…he….!)

    dear pak singal
    betul sekali pak…semangat…sesuatu yang membuat kita terus berjuang!

    nadin’s last blog post..Peduli Bumi

    Leave a reply

Leave a Comment