Murni Curhat
By Nadin Asmarandjani | 14 CommentsLeave a Comment
Last updated: Tuesday, November 4, 2008 | 1001 Views

1. Arisan Keluarga dan Jakarta

Saya sebal sekali ketika lokasi pertemuan arisan keluarga yang beranggotakan saya, suami, dan 6 orang sepupu saya, dipindahkan dari food court Grand Indonesia ke Plaza Semanggi. Bukannya saya anti plangi, cuma pengalaman membuktikan bahwa plangi yang ’strategis’ itu, biasanya penuh dengan manusia. Jangankan bercengkrama dengan santai, jalan perlahan saja kadang sulit. Bukan juga mau sok ‘bonafide’, lah wong harga makanannya kurang lebih sama saja…cuma saja di GI yang luasnya cukup untuk dijadikan alasan window shopping sambil menguruskan badan, kita masih lebih leluasa berjalan..dan jujur saja sih, desain interiornya memang memuaskan mata.

Pertemuan malam itupun bertambah menyebalkan dengan ‘kombinasi mematikan’ dari hujan dan hari jumat malam. Saya dan suami yang naik kendaraan umumpun harus puas berjalan kaki ditengah gerimis sampai ke Bendungan Hilir. Saya tidak mengeluhkan jalan kakinya, karena naik kendaraanpun bisa bikin saya pusing dengan kemacetan yang ada. Saya malah senang dapat kesempatan jalan kaki berdua suami…cuma pedestriannya itu loooh…ya ampuuun!!! Saya tidak habis pikir kenapa bahan licin itu yang dipilih untuk pedestrian lebar dipinggir jalan protokol. Belum lagi pengerjaan yang tidak sempurna, dengan lubang dan tumpukan conblock disana sini. Masih ngedumel tentang pedestrian, saya menaiki tangga busway yang lempengan flooringnya mulai lepas dihampir semua bagian sambungan. Haduh….Jakartaku…jakartaku…

2. Pekerjaan dan keluarga

Siapa sih yang tidak senang dapat kesempatan bekerja dan menerima uang hasil jerih payah? Cuma kalau tenggat waktu yang diminta terlalu tipis, yang ada panic attack dan high voltage (baca : stress)! Saking pengennya memberikan hasil optimal dipekerjaan, saya menetapkan target yang cukup tinggi untuk dicapai dalam waktu singkat. Alhasil keluarga jadi korban pertama. Saya kehilangan waktu untuk bersantai diakhir pekan bersama anak - anak dan suami, juga om dan tante yang datang dari Makasar. Untung saja masih sempat tidur (sebenarnya ketiduran ;p) kalau tidak pasti saya akan teler. Saya jadi merasa bersalah… disatu sisi saya ingin menghabiskan waktu bersama malaikat2 kecil itu (dan memastikan mereka tidak berpindah pihak ke tanduk, garpu dan ekor) tapi disisi lain saya merasa perlu memberikan komitmen pada pekerjaan yang sudah dipercayakan ke saya. Haduuuh…susah juga ya mau jadi milyarder…(hihihi……..ngarep boleh dong!!!)

3. Blogger dan Facebook

Dan ini nih yang paling nyebelin. Saya baru sempat lagi berkunjung ke rumah teman2 di dunia maya.Baru sempat juga membalas buah tangan yang sudah menumpuk dirumah. Sungguh kejutan yang menyenangkan! Belum lagi kawan - kawan lama yang perlahan bermunculan di fb. Serasa dunia mundur menampilkan flash back masa - masa  disaat kami bersama mengalami suatu peristiwa untuk kemudian maju lagi ke masa kini bersama kabar terbaru mereka. Haduuuh….baru tau, jadi blogger itu sibuuuuk kaliii ya!!!!he……

4. Target yang tidak tercapai

Hiiiiks….Sandal teplek yang jadi target bulan oktober tidak sampai terbeli. Demikian juga rencana berburu novel Barbara Cartland ke pasar Senen. Krisis ekonomi tidak saja melanda dunia global tapi juga dunia nadin…hikkks…Haduuuuh….semoga para ekonom mampu memperbaiki kondisi ekonomi si global yang sering disebut - sebut ituh!

Comments

14 comments
  1. dyahsuminar
    November 4, 2008

    He..he…he..kalem aja yah…gak usah uring uringan gitu…nikmati aja yah mbak nadin…
    Semua sudah ada tugas masing masing kali ya..bagian masing masing….ntar kalau kemrungsung ( tergesa dan ngoyo ),malah cepet tua..
    Jaman anak anak Ibu masih kecil,Ibu sering mengalami hal demikian…lama lama Ibu nikmati saja….sejauh kemampuan Ibu.Memang kalau dituruti,,,NGEBLOG bisa ngabisin waktu…niatkan saja untuk seneng2 gak usah target…Itu resep Ibu…

    Leave a reply
  2. deenee
    November 4, 2008

    kadang2 kita perlu maksa buat memanjakan diri kok, mbak….
    mungkin itu yg diperlukan buat menekan stress..
    hehe….malah sok nasehati ya…
    salam kenal mbak Nadin

    Leave a reply
  3. nadin
    November 5, 2008

    Ibuuuu…komentar ibu benar - benar menenangkan hati! Benar bu, semakin ‘kesusu’ semakin merasa ‘diburu’.Setelah dipikir - pikir, memang awalnya dari deadline pekerjaan mendadak yang saya terima. Tanpa sadar saya jadi tidak puas pada segala hal. Jadi uring - uringan dan ‘ngoyo’ ga’ karuan. Terima kasih ya bu, sudah mengingatkan saya lagi!

    nadin’s last blog post..Murni Curhat

    Leave a reply
  4. Wahyu Rahardjo
    November 5, 2008

    Din, kerasa khan betapa dinamis dan indahnya hidup ini…… “Repot” cuma masalah pengaturan waktu. “Senang” cuma masalah manajemen emosi. “Bahagia” cuma persepsi belaka. Syukur, masih bisa curhat, karena itu tandanya kita masih jadi manusia, bukan robot yang tenggelam dalam seribu satu kesibukan duniawi yang sengaja dimekaniskan.
    Sekedar berbagi, aku sangat menikmat banyak hal ketika di Jogja beberapa waktu lalu. Contohnya, adalah kelancaran berlalu lintas ketika melakukan prosesi ulang-alik Klaten-Jogja via angkot buat kuliah. Rasanya enak buanget kalo jalanan tuh lancar. Tapi aku kok rindu keribetan dan kemacetan Jakarta ya. Maka waktu kembali ke Jakarta dan terjebak macet lagi di angkot rasanya seperti di surga aja (lebai gak sih!). Biar penumpang lain berkeluh kesah aku malah menikmat kemacetan dengan jalannya yang rusak parah itu. Oh gusti, pas senang rindu susah. Pas susah kangen senang. Yo’ opo rek… He…he…he…
    Enjoy your day Nadin. Berkah Tuhan ada di mana2. Termasuk di licin dan “nggak bangetnya” trotoar jalan protokol kebanggaan kita itu atau di pelukan hangat malaikat2 kecil di rumahmu.
    Salam.

    Leave a reply
  5. Nadin Asmarandjani
    November 7, 2008

    @denee,
    Semua pendapat yang mendukung saya untuk dapat memanjakan diri saya terima dengan tangan terbuka dan secepatnya saya usahakan untuk dilaksanakan!!! he…..

    @wahyu
    How I miss those old days wahyu, when we could just walk along the street with our dearest friends and never bother how bad the road was. When we could read all those blyton books and enjoying every minutes like we experienced the adventures life ourselves without bother how expensive the books are. When life is only about home and school and nation is just a noun we used to read, not something that concerns our life. When friendship was pure like the rain.
    O, how I miss those old days wahyu…when we live a full new life everyday.

    Leave a reply
  6. nh18
    November 7, 2008

    Kalem Din … Kalem …
    Relax …
    Pake cara saya untuk meredam semua stress yang high voltage ini
    Apa itu ?
    Apalagi kalau bukan … “Jongkok”
    Huahahaha
    (ups … sorry)

    nh18’s last blog post..MIMPI

    Leave a reply
  7. jeunglala
    November 7, 2008

    Mbak….
    Lama nggak keliatan taunya lagi uring2an gini.. hehehe…
    Sabar, sabar….
    Sandal tepleknya pasti kebeli kok… :)

    jeunglala’s last blog post..High School’s Sweetheart

    Leave a reply
  8. gamma
    November 7, 2008

    mbak… emg life seems gettin’ hard yah lately.. :) tapi, kayanya justru “nikmatnya hidup” ada dsitu yah, di antara sgala himpitan2 dan kterbatasan, kita pasti justru jadi bisa lebih menghargai setiap detail kenikmatan dari-Nya kan… coba,kalo sgalanya udah enak dan udah cukup, bisa2 momen sederhana ‘kesempatan jalan kaki berdua suami’ ga ada keindahan yg bisa dirasain kan.. :) mz u much,mbak nadin..!

    gamma’s last blog post..life is only about choices

    Leave a reply
  9. Nadin Asmarandjani
    November 7, 2008

    huakakakkakikikikkkkkkk…….kikikkkk….ia om…kalemm…kikikkkk…
    (..gubrak..-)
    …aduuh!…….

    Leave a reply
  10. love-ely
    November 7, 2008

    Salam kenal buat Anda

    love-ely’s last blog post..Money For Nothing But For Financial Crisis

    Leave a reply
  11. goenoeng
    November 8, 2008

    tenang mbak nadin….
    bulan depan pak sby nurunin bbm kok, siapa tahu itu akan mempengaruhi harga sandal teplek, hehe…
    hmm…memang sudah saatnya mbak nadin menikmati rest n relax…..
    ingat sebait kopi dulu ? perasaan niatnya sudah sejak lama :D

    Leave a reply
  12. Nadin Asmarandjani
    November 11, 2008

    @jeunglala
    Makasih ya jeung…Bener jeung…suatu hari nanti pasti sandal teplek itu terbeli! Sekarang, mendingan beli bukunya jeung dulu kali ya!he………sampai ketemu di peluncuran bukunya ya!

    @gamma
    Bener ma. Kalau soal jalan kaki bedua suami sih…tiap hari juga terjadi..cuma setelah ‘dihimpit’ oleh kondisi, memang jadi beda rasanya…Miss u too Sis! Tak bersua didunia nyata, malah ketemu di dunia maya yah!

    @love-ely
    Salam kenal juga! Terima kasih kunjungannya!

    @goenoeng
    Sudah kucoba meng’ada’kan jeda mas…secangkir kopi, sepiring kentang rebus (minta punya kayla dan naomi)…sedang nikmat2nya…telepon berbunyi…”Din…besok meeting ya….” walah….kedubrak….he….nah…moga 2 harga sandal teplek dan sejuta harga lainnya ikut turun ya…kalau dah gitu, tanpa kopi dan kentang rebuspun perasaan pasti lebih senang…he…

    Leave a reply
  13. sonyssk
    December 5, 2008

    Orang sekalem kamu (rekaanku saja), bisa juga sedikit sewot dan ngedumel dengan ketidak-beresan disekitar ya. Tapi bukankah kamu juga yang bilang, terlalu rugi kita menceburkan diri dalam kesusahan, karena didera rasa tidak puas saja ? Dont worry, be happy.

    sonyssk’s last blog post..Masa Kecilku di Desa

    Leave a reply
  14. Nadin Asmarandjani
    December 6, 2008

    dear bang Sony,
    Betul..Sangat betul…Mengeluh hanya bikin hari makin kelabu, kehilangan rasa syukur dan mengundang kekhawatiran dalam kalbu. Meskipun sulit menghindari keluh kesah, saya akan terus mencoba bang!!! (Terima kasih Bang! Meskipun cuma rekaan, saya sungguh senang. Akhirnya ada juga yang menyadari bahwa saya ini orang yang kalem….-narsis mode on- wekekeeeeeee…….)

    Leave a reply

Leave a Comment