Sebenarnya tidak sengaja melihat forum diskusi ‘Bubarkan FPI’ di facebook, tapi akhirnya jadi penasaran dan meneruskan membaca postingan - postingan di forum itu. Beberapa bikin hati panas…tidak sedikit yang bikin saya ketawa sampai tergelak - gelak. Mungkin alasan yang terakhir yang membuat saya keterusan mencari forum - forum diskusi lain atau blog - blog yang membahas hal - hal sensitif dan kontroversial.
Yang saya temukan membuat saya terpana. Betapa terkejut melihat banyaknya blogger yang dengan lantang menuliskan tuduhan bahkan ancaman terhadap mereka yang tidak sependapat dengan penulisnya. Umumnya pembahasan berada diseputar perbedaan pendapat soal agama. Dari mulai pro kontra soal FPI yang “membela kaidah agama” sampai ke pro kontra soal “RUU Anti Pornografi”, hampir semua blog dan forum diskusi diwarnai persinggungan keras dari kedua belah kubu.
Menyedihkan kalau membaca kalimat - kalimat pedas, kasar dan pastinya tidak berujung pangkal dari pemikiran yang cerdas, yang dituliskan para blogger mengenai topik - topik sensitif ini. Ada apa dengan akal sehat dan pikiran jernih yang seharusnya jadi pegangan kita? Kemana penghargaan terhadap pendapat dan pemikiran orang lain? Dari mana semua orang yang merasa diri paling suci, paling benar dan paling baik ini?
Agamamu adalah agamamu…jalanilah
Agamaku adalah agamaku…izinkanlah
Sulitkah untuk melihat kesekeliling kita dan menyadari bahwa di dunia yang tidak sempurna ini tidak ada suatu apa pun yang sempurna… termasuk pemikiran maupun tafsiran. Sulitkah untuk menyelami bahwa Kesempurnaan hanyalah milik Sang Khalik, dan karenanya tidak perlu dibela apalagi sampai mengorbankan hak sesama manusia, sedangkan kita ini masihlah tiada sempurna?
Agamamu adalah agamamu…junjunglah
Agamaku adalah agamaku…hargailah
Siapakah Nama Khalik yang memberikan izin bagi pengikutnya untuk membenci dan bahkan menumpahkan darah ciptaan tertinggiNya itu? Ciptaan yang dibentuk oleh tanganNya, dihidupkan oleh nafasNya, dan dirancangkan dengan segala kebaikanNya.
Bagaimana mungkin seseorang meyakini kebenaran dari Khalik yang demikian? Tidakah sejarah bercerita begitu banyak tentang kebodohan peperangan, kerugian fanatisme sempit dan hilangnya kehidupan atas nama agama? Agama yang seharusnya menuntun manusia menuju kesempurnaan Tuhan. Agama yang seharusnya menuntun manusia menuju kedamaian dan kesejahteraan.
Tidakah kitab - kitab suci meneriakan perbaikan diri sebelum kita memperbaiki orang lain? Berulang - ulang kali mengingatkan agar kita berperang melawan diri sendiri…melawan kedengkian hati, kedangkalan ilmu, kecintaan nafsu dan kemalasan nurani…
Agamamu adalah agamamu…imanilah
Agamaku adalah agamaku…biarkanlah.


October 23, 2008
Agama! Peduli amat!
Junjunglah hati nurani!!
Hati nurani itulah agama sebenarnya. Kekerasan, No Way!!
Islam, Kristen, Yahudi, Budha, Hindu….hemmmm….
Jika anda tanya agama saya, saya akan jawab; anti kekerasan dan pendudukan.
agamaku; Rohmatan lil alamin! Amin……….
October 23, 2008
@Alirexa +1 Setuju..
October 23, 2008
@ Alireza
Halo Mas (asumsi nih…maaf ya kalau salah), Dalem juga nih pernyataannya!
Sayangnya dunia ini sering kali terlalu bising untuk mendengarkan suara nurani yang terlalu bening itu!
October 24, 2008
@Ali: hehehe..semangat banget Amu :D.. setuju..setuju..
@Nadin: Saya melihat, fenomena ala FPI vs anti FPI ini khas Indonesia banget ya… Mungkinkah ini hasil metode pengajaran agama yg kurang pas? Agama sering dipakai ‘baju’-nya saja, bukan filosofi terdalamnya.
Kalau org yg ‘ekstrim fanatik’ ala Indonesia jalan2 ke Iran, mrk mungkin akan kaget, ternyata nama Isa AlMasih bahkan disebut dalam salah satu doa ziarah org Syiah. Di Teheran malah patung Bunda Maria berdiri dgn aman. Betul kan Ali?
October 24, 2008
tambahan: eee..maksud saya nih.. saya cuma setuju sama perkataan “No way kekerasan” dari Ali, pertanyaan-nya yg lain, debatable… antara lain, menurut saya ‘agama is a way” bukan ‘no way’ :)
October 24, 2008
@bunda dina
Setuju bunda! Malah kalau menurut saya sih, bukan mungkin lagi, memang itu salah satu sebabnya! Hiks…
October 25, 2008
sangat rawan perdebatan masalah ini di negara kita, tidak jarang yang berakhir dengan kekerasan. yang pada akhirnya dibilang halal dan baik dengan mengatasnamakan Tuhan. he… Tuhan siapakah? bukankah Tuhan hanya satu?
Saya angkatan 2001 mbak..
October 26, 2008
Membicarakan agama atau kepercayaan, pasti keluar dari logika dan matematika, hampir sama dengan jatuh cinta. Maka, lebih baik tidak didialogkan apalagi diperdebatkan!
October 27, 2008
@kishandono
Betul Kis! Cuma Satu!
Salam Kenal ya!
@Singal
Setuju kalau tidak diperdebatkan…tapi rasanya tetap perlu ada dialog bang!
October 28, 2008
Testing komentar ^_^
Tajid Yakub’s last blog post..Hosting di IIX Bukan Scam ^_^
October 28, 2008
saya tak suka ada yang pingin tahu apakah betis istri saya bagus, jarinya lentik atau bengkak2, lekuk tubuhnya indah atau biasa saja, apalagi sampai diobrolin di pos ronda, atau di bikinkan forum di internet ttg istri saya, apalagi sampai diseminarkan… di perdebatkan.. karena itu istri saya!!!
hubungan agama dan pemeluknya sedikit banyak mirip dengan hubungan suami istri…. mungkin!
:) salam kenal, nice blog!
bangpay’s last blog post..Identitas Para Perantau
October 30, 2008
Bangpay, baru kali ini nih denger agama dimetaforakan sebagai suami - istri…hi…unik juga! Yang pasti, saya juga tidak suka para suami ribut bertengkar dan saling menjelekan istri… lah wong buat suaminya, istrinya pasti paling ok sedunia lah yaw…he…
Salam kenal juga bang…terima kasih sudah mampir disini!
nadin’s last blog post..Syekh Puji dan Wanita Indonesia
November 30, 2008
Cara bertutur kamu jernih dan very cool. Pastilah kamu orang yang mempunyai otak brillyant. Semoga di Bumi Nusantara ini semakin banyak insan yang memiliki hati yang bening seperti kamu, dan berupaya hidup dengan kerendahan hati pula. Dengan semakin banyak manusia bermutu tinggi di negeri ini, mudah-mudahan cita-cita kesejatian berbangsa dan bernegara dapat semakin dekat kepada kenyataan. Keep in your track forever.
December 3, 2008
dear Bang sony,
wuidiiih,…bang Sony..rasanya saya terbang ke langit nih dapet pujian seperti ini dari seseorang seperti bang Sonny! (Ini tulisan setelah mendarat Bang..he….) Saya setuju bang, dan juga terus berharap, bahwa dimasa mendatang negeri ini dipenuhi pribadi - pribadi yang mulia, dengan pikiran terbuka pada perbedaan dan nurani jernih pada kebenaran, serta berpegang pada prinsip kemanusiaan. Semoga tiap pengalaman yang dibagikan para blogger bisa menjadi salah satu pemicu kehadiran pribadi - pribadi demikian di bumi Indonesia ya bang!