Agamamu dan agamaku
By Nadin Asmarandjani | 14 CommentsLeave a Comment
Last updated: Wednesday, October 22, 2008 | 668 Views

Sebenarnya tidak sengaja melihat forum diskusi ‘Bubarkan FPI’ di facebook, tapi akhirnya jadi penasaran dan meneruskan membaca postingan - postingan di forum itu. Beberapa bikin hati panas…tidak sedikit yang bikin saya ketawa sampai tergelak - gelak. Mungkin alasan yang terakhir yang membuat saya keterusan mencari forum - forum diskusi lain atau blog - blog yang membahas hal - hal sensitif dan kontroversial.

Yang saya temukan membuat saya terpana. Betapa terkejut melihat banyaknya blogger yang dengan lantang menuliskan tuduhan bahkan ancaman terhadap mereka yang tidak sependapat dengan penulisnya. Umumnya pembahasan berada diseputar perbedaan pendapat soal agama. Dari mulai pro kontra soal FPI yang “membela kaidah agama” sampai ke pro kontra soal “RUU Anti Pornografi”, hampir semua blog dan forum diskusi diwarnai persinggungan keras dari kedua belah kubu.

Menyedihkan kalau membaca kalimat - kalimat pedas, kasar dan pastinya tidak berujung pangkal dari pemikiran yang cerdas, yang dituliskan para blogger mengenai topik - topik sensitif ini. Ada apa dengan akal sehat dan pikiran jernih yang seharusnya jadi pegangan kita? Kemana penghargaan terhadap pendapat dan pemikiran orang lain? Dari mana semua orang yang merasa diri paling suci, paling benar dan paling baik ini?

Agamamu adalah agamamu…jalanilah

Agamaku adalah agamaku…izinkanlah

Sulitkah untuk melihat kesekeliling kita dan menyadari bahwa di dunia yang tidak sempurna ini tidak ada suatu apa pun yang sempurna… termasuk pemikiran maupun tafsiran. Sulitkah untuk menyelami bahwa Kesempurnaan hanyalah milik Sang Khalik, dan karenanya tidak perlu dibela  apalagi sampai mengorbankan hak sesama manusia, sedangkan kita ini masihlah tiada sempurna?

Agamamu adalah agamamu…junjunglah

Agamaku adalah agamaku…hargailah

Siapakah Nama Khalik yang memberikan izin bagi pengikutnya untuk membenci dan bahkan menumpahkan darah ciptaan tertinggiNya itu? Ciptaan yang dibentuk oleh tanganNya, dihidupkan oleh nafasNya, dan dirancangkan dengan segala kebaikanNya.

Bagaimana mungkin seseorang meyakini kebenaran dari Khalik yang demikian? Tidakah sejarah bercerita begitu banyak tentang kebodohan peperangan, kerugian fanatisme sempit dan hilangnya kehidupan atas nama agama? Agama yang seharusnya menuntun manusia menuju kesempurnaan Tuhan. Agama yang seharusnya menuntun manusia menuju kedamaian dan kesejahteraan.

Tidakah kitab - kitab suci meneriakan perbaikan diri sebelum kita memperbaiki orang lain? Berulang - ulang kali mengingatkan agar kita berperang melawan diri sendiri…melawan kedengkian hati, kedangkalan ilmu, kecintaan nafsu dan kemalasan nurani…

Agamamu adalah agamamu…imanilah

Agamaku adalah agamaku…biarkanlah.

Comments

14 comments
  1. Alireza
    October 23, 2008

    Agama! Peduli amat!

    Junjunglah hati nurani!!

    Hati nurani itulah agama sebenarnya. Kekerasan, No Way!!

    Islam, Kristen, Yahudi, Budha, Hindu….hemmmm….

    Jika anda tanya agama saya, saya akan jawab; anti kekerasan dan pendudukan.

    agamaku; Rohmatan lil alamin! Amin……….

    Leave a reply
  2. Tajid Yakub
    October 23, 2008

    @Alirexa +1 Setuju..

    Leave a reply
  3. Nadin Asmarandjani
    October 23, 2008

    @ Alireza
    Halo Mas (asumsi nih…maaf ya kalau salah), Dalem juga nih pernyataannya!

    Sayangnya dunia ini sering kali terlalu bising untuk mendengarkan suara nurani yang terlalu bening itu!

    Leave a reply
  4. dina sulaeman
    October 24, 2008

    @Ali: hehehe..semangat banget Amu :D.. setuju..setuju..

    @Nadin: Saya melihat, fenomena ala FPI vs anti FPI ini khas Indonesia banget ya… Mungkinkah ini hasil metode pengajaran agama yg kurang pas? Agama sering dipakai ‘baju’-nya saja, bukan filosofi terdalamnya.
    Kalau org yg ‘ekstrim fanatik’ ala Indonesia jalan2 ke Iran, mrk mungkin akan kaget, ternyata nama Isa AlMasih bahkan disebut dalam salah satu doa ziarah org Syiah. Di Teheran malah patung Bunda Maria berdiri dgn aman. Betul kan Ali?

    Leave a reply
  5. dina sulaeman
    October 24, 2008

    tambahan: eee..maksud saya nih.. saya cuma setuju sama perkataan “No way kekerasan” dari Ali, pertanyaan-nya yg lain, debatable… antara lain, menurut saya ‘agama is a way” bukan ‘no way’ :)

    Leave a reply
  6. Nadin Asmarandjani
    October 24, 2008

    @bunda dina

    Setuju bunda! Malah kalau menurut saya sih, bukan mungkin lagi, memang itu salah satu sebabnya! Hiks…

    Leave a reply
  7. kishandono
    October 25, 2008

    sangat rawan perdebatan masalah ini di negara kita, tidak jarang yang berakhir dengan kekerasan. yang pada akhirnya dibilang halal dan baik dengan mengatasnamakan Tuhan. he… Tuhan siapakah? bukankah Tuhan hanya satu?

    Saya angkatan 2001 mbak..

    Leave a reply
  8. Singal
    October 26, 2008

    Membicarakan agama atau kepercayaan, pasti keluar dari logika dan matematika, hampir sama dengan jatuh cinta. Maka, lebih baik tidak didialogkan apalagi diperdebatkan!

    Leave a reply
  9. Nadin Asmarandjani
    October 27, 2008

    @kishandono
    Betul Kis! Cuma Satu!
    Salam Kenal ya!

    @Singal
    Setuju kalau tidak diperdebatkan…tapi rasanya tetap perlu ada dialog bang!

    Leave a reply
  10. Tajid Yakub
    October 28, 2008

    Testing komentar ^_^

    Tajid Yakub’s last blog post..Hosting di IIX Bukan Scam ^_^

    Leave a reply
  11. bangpay
    October 28, 2008

    saya tak suka ada yang pingin tahu apakah betis istri saya bagus, jarinya lentik atau bengkak2, lekuk tubuhnya indah atau biasa saja, apalagi sampai diobrolin di pos ronda, atau di bikinkan forum di internet ttg istri saya, apalagi sampai diseminarkan… di perdebatkan.. karena itu istri saya!!!

    hubungan agama dan pemeluknya sedikit banyak mirip dengan hubungan suami istri…. mungkin!

    :) salam kenal, nice blog!

    bangpay’s last blog post..Identitas Para Perantau

    Leave a reply
  12. nadin
    October 30, 2008

    Bangpay, baru kali ini nih denger agama dimetaforakan sebagai suami - istri…hi…unik juga! Yang pasti, saya juga tidak suka para suami ribut bertengkar dan saling menjelekan istri… lah wong buat suaminya, istrinya pasti paling ok sedunia lah yaw…he…

    Salam kenal juga bang…terima kasih sudah mampir disini!

    nadin’s last blog post..Syekh Puji dan Wanita Indonesia

    Leave a reply
  13. sonyssk.wordpress.com
    November 30, 2008

    Cara bertutur kamu jernih dan very cool. Pastilah kamu orang yang mempunyai otak brillyant. Semoga di Bumi Nusantara ini semakin banyak insan yang memiliki hati yang bening seperti kamu, dan berupaya hidup dengan kerendahan hati pula. Dengan semakin banyak manusia bermutu tinggi di negeri ini, mudah-mudahan cita-cita kesejatian berbangsa dan bernegara dapat semakin dekat kepada kenyataan. Keep in your track forever.

    Leave a reply
  14. Nadin Asmarandjani
    December 3, 2008

    dear Bang sony,
    wuidiiih,…bang Sony..rasanya saya terbang ke langit nih dapet pujian seperti ini dari seseorang seperti bang Sonny! (Ini tulisan setelah mendarat Bang..he….) Saya setuju bang, dan juga terus berharap, bahwa dimasa mendatang negeri ini dipenuhi pribadi - pribadi yang mulia, dengan pikiran terbuka pada perbedaan dan nurani jernih pada kebenaran, serta berpegang pada prinsip kemanusiaan. Semoga tiap pengalaman yang dibagikan para blogger bisa menjadi salah satu pemicu kehadiran pribadi - pribadi demikian di bumi Indonesia ya bang!

    Leave a reply

Leave a Comment