Blitz and Promosi
By Nadin Asmarandjani | 2 CommentsLeave a Comment
Last updated: Friday, October 17, 2008 | 835 Views
Logo Blitz Megaplex

Saya penggemar Blitz Megaplex. Sejak pertama kali menonton di Blitz, kami (saya dan suami) tidak pernah lagi menonton ditempat lain. Konsep ruang dan pelayanannya, saya pikir, yang jadi nilai tambah buat mereka. Namun saat ini saya ingin menuliskan beberapa point yang menurut saya sangat disayangkan dan sebaiknya diperhatikan, tidak saja oleh Blitz manajemen, tetapi juga bagi siapa saja yang bergerak dibidang usaha jasa dan pelayanan.

Yang pertama mengenai nilai tukar point. Saya ingat pertama kali saya menanyakan nilai tukar point keanggotaan dengan ticket studio eksklusif seperti satin/velvet, saya dijawab 80. Tidak sampai 2 minggu kemudian pertanyaan itu saya ulang, jawabannya 120. Akhirnya pertanyaan itu jadi ritual saya tiap kali beli tiket, dan sampai terakhir saya datang kesana, 2 kali jawaban terakhir yang sama jumlahnya, yaitu 165 point.

Saya baru tahu bahwa ada promo discount 30% bagi pembelian diatas 100.000 bagi anggota saat makan di cafe Blitz setelah promosi itu berjalan lebih dari 1 bulan, padahal dari bulan september sampai oktober, saya sudah makan di cafe tersebut lebih dari 3 kali (meskipun saya tidak selalu membayar dengan kartu karena tidak tau bahwa ada bedanya) dan selama itu tidak pernah saya diberitau soal promosi tersebut. Saya sendiri baru merasakan keuntungannya setelah saya, yang kebetulan sedang ingat, menanyakan hal tersebut kepada pramuwismanya. Mereka menjelaskan bahwa saya akan mendapat sebuah voucher yang dapat dipergunakan untuk kedatangan berikutnya, jika saya membayar menggunakan kartu anggota dengan jumlah pembelian minimum.

Ketika kedatangan berikutnya (kebetulan esok harinya) saya datang dan menggunakan voucher tersebut. Karena bersama rombongan, setelah didiscount menggunakan voucher, jumlah transaksi masih diatas 100.000 rupiah. Sayapun menanyakan kepada pramuwisma apakah saya mendapatkan voucher lagi untuk kedatangan berikutnya, karena secara ketentuan, pembelian saya toh tetap diatas 100.000? Salah seorang pramuwisma mengatakan saya akan mendapatkannya. Tetapi kasirnya (setelah melakukan telepon) mengatakan bahwa saya tidak mendapatkan voucher lagi.

Promo yang lainnya menyangkut voucher discount 5000 rupiah untuk setiap pembelanjaan ticket nonton bagi anggota. Kebetulan kami datang tepat saat pertunjukan dimulai sehingga setelah membeli tiket kami segera pergi untuk masuk ke studio. Namun setelah menonton dan makan di cafe (yang harus saya tanyakan dulu vouchernya baru diberikan), kami berencana untuk menonton lagi. Kebetulan lagi saya melihat seseorang berjalan lewat sambil memegang voucher 5000 tersebut sehingga saya ingat untuk menanyakannya kepada penjual tiket. Setelah ditanyakan barulah petugas penjual tiket memberikannya kepada saya.

Yang saya sayangkan adalah sikap manajemen terhadap policy yang mereka buat. Saya sebagai konsumen tidak meminta diberikan discount. Tetapi jika itu diberikan sebagai privilige untuk kami karena keanggotaan ataupun komitmen kami dalam memakai/menggunakan/membeli produk anda, tentu saja dengan senang hati akan saya terima, dan tentunya menjadi nilai tambah dimata kami untuk produk mereka. Bukan berapa discountnya atau jumlah rupiahnya yang membuat saya sebal. Membuat promosi tetapi tidak dipromosikan, menurut saya memberikan brand ini imbas negatif yang bisa berbahaya untuk citra baik yang sudah merkea miliki. Untuk apa membuat promosi2 tersebut jika pramuwisma2nya tidak dibriefing habis - habisan untuk mempromosikannya segencar mungkin?

Disisi lain, dengan promosi, pihak manajemen memberikan hak bagi orang - orang yang memenuhi ketentuan promosi tersebut. Kekecewaan utama saya adalah karena saya merasa mereka bersikap tarik ulur, alias ogah - ogahan memberikan hak tersebut, meskipun saya sudah memenuhi semua ketentuan yang mereka minta atau dengan kata lain melakukan kewajiban saya.

Zaman ini, iklan bohong bukanlah hal yang aneh. Kita lihat iklan provider jaringan seluler dan sejenisnya. Mana ada yang memberikan informasi dengan transparan dan aplikatif dalam kenyataannya? Kalaupun tarifnya betul, sinyalnya hancur. Mengecewakan. Manajemen Blitz Megaplex tentunya tidak membuat promosi bohong. Saya sendiri sudah pernah mencicipi keuntungannya. Namun jika sikap ‘tidak transparan’nya masih diteruskan, bukan tidak mungkin, orang - orang cerewet yang memperhatikan haknya, seperti saya ini bermunculan.

Sebagai penggemar (boleh dibilang berat…), saya harap Blitz Megaplex meningkatkan kualitas pelayanannya.

Comments

2 comments
  1. tri
    October 27, 2008

    nadin, liat blogmu yg manis ini dari abham..
    sedikit koreksi, rasanya bukan pramu+wisma (rumah), tapi pramu+niaga (dagang) tepatnya..=)

    kalo g, blm sempat nyobain Metropole 21 yg sudah direnovasi..pengen suatu waktu nonton disana lagi.

    Blitz? tunggu pas jiffest aja deh. Gbu.

    Leave a reply
  2. Nadin Asmarandjani
    October 27, 2008

    Hikikikkk…itulah resiko kalo nulis lagi esmosih!!!
    Matur nuwun sanget mas tri! Maksud saya ya memang mba - mba dan mas - mas penjaga counternya ituh. Bukan apa - apa, saya sendiri pernah ngerasain jadi spg (ga mungkin spb) dan kerja di booth information…jadi punya ekspektasi besar terhadap mereka yang kebetulan berada di posisi tersebut. Tapi kalau memang banyak petugas yang tidak tahu menahu, artinya kelemahan ada di pihak manajemen! (wah….esmosih lagih)…
    Saya juga belum sempat merasakan XXI. Mungkin nanti kalau suami bersedia melepas sedikit idealismenya, kesampaian cita - cita saya kesana. Soal harga sami mawon kok mas…malah kalau senin, harga tiket yang 25.000 itu jadi 20.000 kalau kita punya voucher 5000nya…hehehe…..!

    Leave a reply

Leave a Comment